Remember This! "Dreams and Do it"

Rabu, 19 April 2017

Berita Terkini Waktu itu


 Entri kali ini, 
saya akan post tentang berita-berita yang pernah saya buat

berita ini merupakan tugas dari mata kuliah di semester 5


selamat membaca, 
kalian yang baca juga bisa kok tulis di kolom comment apa pendapat kalian mengenai berita tersebut dan kekurangan yang harus ku perbaiki 


Aksi Bentrok Gojek dan O-pang

CIPUTAT-TANGERANG SELATAN. Aksi bentrok antara Ojek Online (Go-Jek) dengan ojek pangkalan (O-Pang) memanas di Stasiun Pondok Ranji (30/9) malam hari. Kejadian dipicu dari salah satu Go-Jek yang ditegur oleh seorang ojek pangkalan. Pasalnya, supir gojek merasa ia tidak melanggar batas perjanjian radius 100 m dari stasiun saat menjemput penumpang. Sebaliknya, O-Pang menganggap ojek online telah melewati batas penjemputan dan wajar apabila ditegur.
Ikri, mahasiswa yang menyaksikan kejadian tersebut menjelaskan bahwa bentrok ini hanya masalah salah paham. “kedua pihak itu emosi. Terbukti, saat ada gojek lagi yang nurunin penumpang juga, tiba-tiba ojek pangkalan menyerbu si abang dan memukulinya. Dari situ tuh bentrok dimulai” Ungkap Ikri kepada wartawan. Beruntung, aksi bentrok dari pukul 19.00 WIB ini berhasil diredam oleh pihak Kepolisian Tangerang Selatan. (SF)



Euforia Journalist Fair (J-Fair) 2016
CIPUTAT-MEDIA JAKARTA Himpunan Mahasiswa Konsentrasi (HMK) Jurnalistik untuk pertama kali mengadakan pembukaan acara Journalist Fair (J-Fair) 2016 di Taman Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi sore hari (20/10). Acara ini menarik perhatian warga dakwah, dengan mengusung tema Indonesia di era media digital serta penampilan komunitas kreasi musik, Puisi demokrasi dan media, Majelis Nurhidayah  dan pemutaran film karya mahasiswa jurnalistik.
Euforia mahasiswa dakwah melihat pembukaan serta penampilan hiburan J-Fair dirasakan oleh Dupa Pagista, Mahasiswi semester 5 Komunikasi Penyiaran Islam, pasalnya ia kaget melihat jurnalistik bisa melaksanakan acara semeriah ini. “ini langkah yang bagus sekali untuk maju, saya melihat rasa uforia sudah ada tetapi enggan mendekat. Seharusnya ada beberapa panitia yang menjemput bola, jadi penonton duduk mendekat bukan berada jauh dari panggung.” Ungkap Dupa. (SF)

Ciptakan Bisnis, Sampah Plastik Menjadi Cantik
SOFIE MEDINA PASHA
B
anyak orang mengatakan, sampah adalah hal yang menjijikan, kotor dan bau. Kehadiran sampah yang berlimpah di sekitar kerap kali membuat geram masyarakat. Namun, berbeda dengan Edy Fajar Prasetyo, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi, Jurusan Agribisnis, UIN Jakarta, melihat sampah sebagai suatu peluang, harapan dan sumber pendapatan. Ia terinspirasi mempelopori Komunitas Eco Business Indonesia atau biasa dikenal dengan Ebi Bag sebagai bisnis ekonomi kreatif dari sampah plastik.
Menurut Edy Fajar, Eco Business Indonesia (Ebi Bag) merupakan usaha ramah lingkungan dimana dalam beraktivitas mengandung unsur 3P  yaitu people (pemberdayaan dan pemanfaatan yang akan dirasakan masyarakat), planet (sesuatu faktor yang harus disentuh sebagai bentuk usaha maksimal dalam melestarikan lingkungan), dan profit (keuntungan yang didapat selain memutarkan aktivitas usaha serta berorientasi pada pengembangan usaha dan upaya penyebaran pemberdayaan).
“Ebi bag awal terbentuk tahun 2013, awalnya itu termotivasi dari permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat yaitu sampah, kami pun mulai mengajarkan ke masyarakat cara memanfaatkan sampah di lingkungan,” ujar Edy.
Salah satu kegiatan yang dipelopori Edy yaitu mengubah sampah plastik menjadi karya cantik seperti tas, dompet, aksesoris, bahkan karikatur dari sampah yang menjadi inovasi terbaru. Ia dan tim Ebi bag mengajak dan mengajari masyarakat sekitar untuk ikut serta dalam proses pembuatan daur ulang  sampah plastik tersebut.
Seiring berjalan waktu. Edy Fajar aktif dan menjadi founder dalam komunitas UIN Preneurs dengan usaha ebi bag, Ia sering menggalakkan gerakan peduli sampah dan berfikir kreatif dalam memanfaatkan barang yang kurang berguna dalam seminar-seminar. Dengan motto ‘Sebaik-baiknya insan adalah insan yang bermanfaat’ Edy telah menginspirasi untuk menciptakan bisnis melalui masalah kecil yang ada di masyarakat.

Melirik Ide, Tertarik Usaha
Sofiemedina
S
ukses berbisnis bisa diraih sedari muda. Pernyataan tersebut sangat lazim didengar dan sering dijadikan acuan anak muda untuk memulai usaha dengan berdagang. Seperti halnya Nur Isrojah, mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, menjadikan pernyataan tersebut sebagai acuan dalam bisnis hijabnya. Tren Jilbab yang mengalami perkembangan cukup pesat dalam lima tahun terakhir ini, dijadikan peluang bisnis oleh Isrojah untuk membuka toko online hijab, yang diberi nama Hijabstore. Pemakaian jilbab yang beragam model, bentuk, dan warna membuat Ia tertarik untuk memulai usaha tersebut.
Berani Bangkit Memulai
Sebelumnya, Isrojah mengatakan pernah mempunyai usaha dagang baju, joggerpants dan case handphone secara online yaitu @khonsa_shop. Namun, usaha tersebut tidak berjalan lancar. Mahasiswi Jurnalistik tersebut tentu tidak menyerah sampai disitu, di awal tahun 2015 ia berani bangkit dan memulai dagang kembali.
Ya karena berjualan itu pasti ada fase dimana kita lemah. Maka dari itu, saya berpikir harus bangkit kembali untuk meneruskan online shop tersebut.” Ungkap Isrojah saat ditemui wartawan Surat Kabar Jurnalis.
Akhirnya, usaha online shop pun dijalankan kembali dengan modal dari uang tabungan yang telah dikumpulkan. Produk dan nama toko online pun berubah menjadi berjualan jilbab dengan nama @hijabstore16_Awalnya stok jilbab yang Ia beli untuk dijual hanya sekitar 5-10 pcs, namun dengan kerja keras saat ini pemesanan sudah bertambah hingga 50 pcs per bulan.

Sibuk Kuliah Tak Menjadi Alasan
Banyaknya tugas kuliah di semester 5 ini, menurut Isrojah tidak membuat ia vakum meninggalkan bisnis Hijabstore. Ia tetap seimbang dalam hal kuliah dan berdagang di jejaring online. “sebisa mungkin saya membagi waktu antara kuliah dan bisnis. Salah satunya dengan cara belanja dagangan yang saya lakukan setelah pulang ataupun libur kuliah, dan itu juga biasanya saat hanya ada pemesanan atau stok hijab yang sudah mulai habis.” Kata Isrojah.
Dengan begitu bisnis yang menjual jilbab model segiempat renda, arabian scraf, dan rawis ini tetap dapat terkontrol pemesanan produk serta akun jejaring online-nya. Menurut Isrojah pemesanan atas produk Hijabstore terus bertambah setiap bulannya. tidak hanya mahasiswa UIN Jakarta yang tertarik membeli produk Hijabstore, tetapi juga orang di luar Jakarta. Dengan membayar Rp 30.000 yang belum termasuk ongkos kirim, pembeli sudah mendapatkan jilbab yang diinginkan tanpa harus ribet pergi ke toko hijab.
Cerdas Melihat Tren Sebagai Peluang
Tak hanya dari kalangan anak muda, penggemar Hijabstore juga ada dari kalangan ibu-ibu. Menurut pengusaha Hijabstore, ibu-ibu lebih banyak memesan jenis jilbab segiempat renda. Salah satu pemesannya adalah Puji Astuti, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Tangerang. Ibu berwajah oriental ini mengaku tertarik dengan model jilbab di toko online Hijabstore. Ia pada waktu itu memutuskan langsung membeli dan merasa senang dengan pelayanan dan pengiriman barang yang baik dan cepat, bahkan Puji mengakui usaha bisnis Isrojah ini cukup cerdas karena Ia pintar melihat tren sebagai peluang bisnis.
“Saya sangat apresiasi sekali ya, masih muda, kuliah, tetapi sudah punya ide menekuni untuk jualan online. Patut ditiru, dan pasti siapa saja bisa dagang, asalkan dia punya keinginan.” Kata Puji.
Sebagi seorang Ibu, Ia mengharapkan generasi muda yang lain juga kreatif dalam menciptakan peluang bisnis. Menurut Puji, tidak perlu usaha yang besar-besaran dan membutuhkan modal banyak, mulailah belajar dari usaha yang kecil saja seperti berjualan kue di kampus. Hal tersebut walaupun tergolong usaha mikro namun tetap menghasilkan uang.
Respon positif mengenai mahasiswa yang mempunyai usaha bisnis sambil kuliah tidak hanya diungkapkan oleh Puji Astuti selaku pembeli Jilbab di Hijabstore, melainkan juga dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Abdul Rozak. Ia mengatakan bahwa dagang di kalangan mahasiswa itu baik dan ada hukum mengenai berdagang dalam Islam.
“Hukum mengenai cara perdagangan yang benar ada dalam Al-Qur’an, Surah As-Saf ayat 10 sampai 12. Dalam ayat tersebut dijelaskan perdagangan yang benar harus dengan di jalan Allah SWT” Ungkap Abdul Rozak.
Dengan adanya landasan ayat Al-Qur’an tersebut, diharapkan bagi mahasiswa UIN Jakarta yang kuliah sambil berdagang atau berbisnis selalu ingat bahwa harus tetap berada di jalan Allah dengan menggunakan cara-cara berdagang yang baik. Jika hal tersebut telah dilakukan, InsyaAllah usaha bisnis pun dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan dan sukses bisnis di usia muda.




0 komentar:

Posting Komentar

 
My My My Blogger Template by Ipietoon Blogger Template