Entri kali ini,
saya akan post tentang berita-berita yang pernah saya buat
saya akan post tentang berita-berita yang pernah saya buat
berita ini merupakan tugas dari mata kuliah di semester 5
selamat membaca,
kalian yang baca juga bisa kok tulis di kolom comment apa pendapat kalian mengenai berita tersebut dan kekurangan yang harus ku perbaiki
Aksi
Bentrok Gojek dan O-pang
CIPUTAT-TANGERANG
SELATAN. Aksi bentrok antara Ojek Online (Go-Jek) dengan
ojek pangkalan (O-Pang) memanas di Stasiun Pondok Ranji (30/9) malam hari.
Kejadian dipicu dari salah satu Go-Jek yang ditegur oleh seorang ojek
pangkalan. Pasalnya, supir gojek merasa ia tidak melanggar batas perjanjian radius
100 m dari stasiun saat menjemput penumpang. Sebaliknya, O-Pang menganggap ojek
online telah melewati batas penjemputan dan wajar apabila ditegur.
Ikri,
mahasiswa yang menyaksikan kejadian tersebut menjelaskan bahwa bentrok ini hanya
masalah salah paham. “kedua pihak itu emosi. Terbukti, saat ada gojek lagi yang
nurunin penumpang juga, tiba-tiba ojek pangkalan menyerbu si abang dan
memukulinya. Dari situ tuh bentrok dimulai” Ungkap Ikri kepada wartawan.
Beruntung, aksi bentrok dari pukul 19.00 WIB ini berhasil diredam oleh pihak Kepolisian
Tangerang Selatan. (SF)
Euforia
Journalist Fair (J-Fair) 2016
CIPUTAT-MEDIA JAKARTA Himpunan
Mahasiswa Konsentrasi (HMK) Jurnalistik untuk pertama kali mengadakan pembukaan
acara Journalist Fair (J-Fair) 2016 di Taman Fakultas Dakwah dan
Ilmu Komunikasi sore hari (20/10). Acara ini menarik perhatian warga dakwah,
dengan mengusung tema Indonesia di era media digital serta penampilan komunitas
kreasi musik, Puisi demokrasi dan media, Majelis Nurhidayah dan pemutaran film karya mahasiswa
jurnalistik.
Euforia mahasiswa dakwah melihat pembukaan serta
penampilan hiburan J-Fair dirasakan oleh Dupa Pagista, Mahasiswi
semester 5 Komunikasi Penyiaran Islam, pasalnya ia kaget melihat jurnalistik
bisa melaksanakan acara semeriah ini. “ini langkah yang bagus sekali untuk
maju, saya melihat rasa uforia sudah ada tetapi enggan mendekat. Seharusnya ada
beberapa panitia yang menjemput bola, jadi penonton duduk mendekat bukan berada
jauh dari panggung.” Ungkap Dupa. (SF)
Ciptakan
Bisnis, Sampah Plastik Menjadi Cantik
SOFIE MEDINA PASHA
B
|
anyak
orang mengatakan, sampah adalah hal yang menjijikan, kotor dan bau. Kehadiran
sampah yang berlimpah di sekitar kerap kali membuat geram masyarakat. Namun,
berbeda dengan Edy Fajar Prasetyo, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi,
Jurusan Agribisnis, UIN Jakarta, melihat sampah sebagai suatu peluang, harapan
dan sumber pendapatan. Ia terinspirasi mempelopori Komunitas Eco Business Indonesia atau biasa dikenal dengan Ebi Bag sebagai bisnis ekonomi
kreatif dari sampah plastik.
Menurut
Edy Fajar, Eco Business Indonesia (Ebi Bag) merupakan usaha ramah lingkungan
dimana dalam beraktivitas mengandung unsur 3P yaitu people
(pemberdayaan dan pemanfaatan yang
akan dirasakan masyarakat), planet (sesuatu faktor yang harus disentuh sebagai bentuk usaha maksimal dalam
melestarikan lingkungan), dan profit (keuntungan
yang didapat selain memutarkan aktivitas usaha serta berorientasi pada pengembangan usaha dan upaya
penyebaran pemberdayaan).
“Ebi
bag awal terbentuk tahun 2013, awalnya itu termotivasi dari permasalahan yang
ada di lingkungan masyarakat yaitu sampah, kami pun mulai mengajarkan ke
masyarakat cara memanfaatkan sampah di lingkungan,” ujar Edy.
Salah
satu kegiatan yang dipelopori Edy yaitu mengubah sampah plastik menjadi karya
cantik seperti tas, dompet, aksesoris, bahkan karikatur dari sampah yang
menjadi inovasi terbaru. Ia dan tim Ebi bag mengajak dan mengajari masyarakat
sekitar untuk ikut serta dalam proses pembuatan daur ulang sampah plastik tersebut.
Seiring
berjalan waktu. Edy Fajar aktif dan menjadi founder
dalam komunitas UIN Preneurs dengan usaha ebi bag, Ia sering menggalakkan
gerakan peduli sampah dan berfikir kreatif dalam memanfaatkan barang yang
kurang berguna dalam seminar-seminar. Dengan motto ‘Sebaik-baiknya insan adalah
insan yang bermanfaat’ Edy telah menginspirasi untuk menciptakan bisnis melalui
masalah kecil yang ada di masyarakat.
Melirik Ide, Tertarik Usaha
Sofiemedina
S
|
ukses berbisnis bisa diraih sedari muda. Pernyataan tersebut
sangat lazim didengar dan sering dijadikan acuan anak muda untuk memulai usaha
dengan berdagang. Seperti halnya Nur Isrojah, mahasiswa Jurusan Jurnalistik
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta,
menjadikan pernyataan tersebut sebagai acuan dalam bisnis hijabnya. Tren Jilbab yang mengalami perkembangan cukup pesat dalam lima
tahun terakhir ini, dijadikan peluang bisnis oleh Isrojah untuk membuka toko online
hijab, yang diberi nama Hijabstore. Pemakaian jilbab yang beragam model,
bentuk, dan warna membuat Ia tertarik untuk memulai usaha tersebut.
Berani Bangkit Memulai
Sebelumnya, Isrojah mengatakan pernah mempunyai
usaha dagang baju, joggerpants dan case handphone secara online
yaitu @khonsa_shop. Namun, usaha tersebut tidak berjalan lancar. Mahasiswi Jurnalistik
tersebut tentu tidak menyerah sampai disitu, di awal tahun 2015 ia berani
bangkit dan memulai dagang kembali.
“Ya karena berjualan itu pasti ada fase dimana kita lemah. Maka dari
itu, saya berpikir harus bangkit kembali untuk meneruskan online shop
tersebut.” Ungkap Isrojah saat ditemui wartawan Surat Kabar Jurnalis.
Akhirnya, usaha online shop pun dijalankan
kembali dengan modal dari uang tabungan yang telah dikumpulkan. Produk dan nama
toko online pun berubah menjadi berjualan jilbab dengan nama @hijabstore16_ . Awalnya stok jilbab yang Ia beli untuk dijual
hanya sekitar 5-10 pcs, namun dengan kerja keras saat ini pemesanan sudah
bertambah hingga 50 pcs per bulan.
Sibuk Kuliah Tak Menjadi Alasan
Banyaknya
tugas kuliah di semester 5 ini, menurut Isrojah tidak membuat ia vakum
meninggalkan bisnis Hijabstore. Ia tetap seimbang dalam hal kuliah dan
berdagang di jejaring online. “sebisa
mungkin saya membagi waktu antara kuliah dan bisnis. Salah satunya dengan cara
belanja dagangan yang saya lakukan setelah pulang ataupun libur kuliah, dan itu
juga biasanya saat hanya ada pemesanan atau stok hijab yang sudah mulai habis.”
Kata Isrojah.
Dengan begitu
bisnis yang menjual jilbab model segiempat renda, arabian scraf, dan
rawis ini tetap dapat terkontrol pemesanan produk serta akun jejaring online-nya.
Menurut Isrojah pemesanan atas produk Hijabstore terus bertambah setiap bulannya.
tidak hanya mahasiswa UIN Jakarta yang tertarik membeli produk Hijabstore,
tetapi juga orang di luar Jakarta. Dengan membayar Rp 30.000 yang belum
termasuk ongkos kirim, pembeli sudah mendapatkan jilbab yang diinginkan tanpa
harus ribet pergi ke toko hijab.
Cerdas Melihat Tren Sebagai Peluang
Tak hanya dari
kalangan anak muda, penggemar Hijabstore juga ada dari kalangan ibu-ibu. Menurut
pengusaha Hijabstore, ibu-ibu lebih banyak memesan jenis jilbab segiempat
renda. Salah satu pemesannya adalah Puji Astuti, seorang ibu rumah tangga yang
tinggal di Tangerang. Ibu berwajah oriental ini mengaku tertarik dengan model
jilbab di toko online Hijabstore. Ia pada waktu itu memutuskan langsung membeli
dan merasa senang dengan pelayanan dan pengiriman barang yang baik dan cepat,
bahkan Puji mengakui usaha bisnis Isrojah ini cukup cerdas karena Ia pintar
melihat tren sebagai peluang bisnis.
“Saya sangat
apresiasi sekali ya, masih muda, kuliah, tetapi sudah punya ide menekuni untuk
jualan online. Patut ditiru, dan pasti siapa saja bisa dagang, asalkan
dia punya keinginan.” Kata Puji.
Sebagi seorang
Ibu, Ia mengharapkan generasi muda yang lain juga kreatif dalam menciptakan
peluang bisnis. Menurut Puji, tidak perlu usaha yang besar-besaran dan
membutuhkan modal banyak, mulailah belajar dari usaha yang kecil saja seperti
berjualan kue di kampus. Hal tersebut walaupun tergolong usaha mikro namun
tetap menghasilkan uang.
Respon positif
mengenai mahasiswa yang mempunyai usaha bisnis sambil kuliah tidak hanya
diungkapkan oleh Puji Astuti selaku pembeli Jilbab di Hijabstore, melainkan
juga dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Abdul Rozak. Ia mengatakan
bahwa dagang di kalangan mahasiswa itu baik dan ada hukum mengenai berdagang
dalam Islam.
“Hukum mengenai
cara perdagangan yang benar ada dalam Al-Qur’an, Surah As-Saf ayat 10 sampai
12. Dalam ayat tersebut dijelaskan perdagangan yang benar harus dengan di jalan
Allah SWT” Ungkap Abdul Rozak.
Dengan adanya
landasan ayat Al-Qur’an tersebut, diharapkan bagi mahasiswa UIN Jakarta yang
kuliah sambil berdagang atau berbisnis selalu ingat bahwa harus tetap berada di
jalan Allah dengan menggunakan cara-cara berdagang yang baik. Jika hal tersebut
telah dilakukan, InsyaAllah usaha bisnis pun dapat berjalan dengan
lancar tanpa hambatan dan sukses bisnis di usia muda.
0 komentar:
Posting Komentar