Remember This! "Dreams and Do it"

Minggu, 18 November 2012

Cerita Fiksi Bersambung 2 - Pytherrophia


ini dia part two dari cerita lanjutan "PYTHERROPHIA"

Jangan sampai terlewatkan…… ;D

Pytherrophia
Part Two
by Sofie Medina
Cerita Fiksi

Sehabis perjanjian itu, Pytherrophia terasa jadi sungguh tenang. Aku dibawa Gabrildon ke suatu rumah yang unik milik  professor incab dengan bagian luar rumahnya seperti rumah tarzan tetapi saat masuk kedalam sangat menakjubkan, peralatan dan teknologi canggih ada disana, berbagai buku bahkan buku ilmu sihir tersusun rapi diperpustakaan miliknya. aku sampai tidak bisa menutup mulut dan tak bisa berkata apa –apa saat diajak masuk kedalam. Professor Incab ini bisa dibilang leluhur negeri Pytherropia, dia ilmuwan dan sejarawan juga penyihir yang baik tentunya. Ia mengetahui tentang apapun, termasuk seluk – beluk saat Pytherropia belum menjadi negeri sebesar ini, saat kedua pohon raksasa itu masih menjadi tante dan paman Gabrildon. Ya, dulu memang mereka tante dan paman Gabrildon namun percobaan professor Incab yang gagal mengubahnya menjadi dua pohon raksasa. Karena professor Incab belum bisa mengubah wujud mereka kembali, jadi Professor menyarankan kepada mereka untuk setiap tahunnya memakan manusia yang datang ke taman Berry agar mereka dapat bertahan hidup sampai ratusan tahun. Maka, dari itu professor Incab dibenci dan ditakutkan oleh seluruh rakyat negeri Pyterrophia dan akhirnya professor membangun rumahnya seperti ini. Panjang lebar Gabrildon menjelaskan semua hal itu kepadaku saat diperjalanan menuju rumah professor Incab tadi. Negeri ini memang sangat menakjubkan, hal yang terjadi disini sangat aneh, bahkan ini semua tidak masuk akal sepertinya, jawabku setelah ia berbicara panjang lebar.  Dia hanya tersenyum manis, senyumannya saat itu mengingatkan aku pada seseorang tetapi lagi – lagi aku tak tau siapa itu. Sampai detik ini aku tak percaya keberadaanku, berdiri dihadapan professor Incab aku tak percaya. Sungguh aneh dan menakjubkan, aku seperti bukan aku rasanya, dan ini semua seperti “mimpi”.
MIMPI?
“kakak…………bangun……..mama………kakak kok ga bangun bangun sih?” suara itu suara siapa lagi, aku makin bingung dan kenapa sekarang jadi gelap dan wajahku terasa sangat kaku.
BYUUURRRR………aku kaget terbelalak bangun dari tempat tidur. Ternyata adikku, Mela menyiramku dengan segayung air. membuat masker diwajahku luntur saat ku melihat ke kaca yang tepat berada didepan tempat tidur, bahkan membuat tempat tidurku setengah basah. Mela tertawa, aku langsung memelototinya dan melemparnya dengan guling, ia langsung lari keluar kamar sambil berteriak “mamaaa”. Sesegera mungkin masuk kamar mandi, menyalakan shower, dan berdiam diri tepat dibawah shower mencoba mengingat apa  yang terjadi tadi saat aku terlelap tidur. Itu mimpi ternyata? Mimpi apa itu? Sangat aneh? . Aku mencoba mengingat kembali namun yang kuingat hanya… entahlah aku tak bisa mengingat apa – apa.
Sehabis mandi, aku melihat jam di dinding, waktu menunjukkan pukul 05.00 sore. Aku mencoba membaringkan tubuhku kembali dikasur, mencoba mengingat kembali apa yang terjadi dengan mimpi ku tadi. Rasa ingin kembali ke mimpi tersebut sangat besar, namun untuk mengingat mimpi apa yang dialami begitu sulit.
Bersenda gurau dengan keluarga hal yang paling terindah, besok kehidupan disekolah yang selalu membuat ku bosan akan dimulai lagi. Mama menyuruhku tidur jangan larut malam, karena nanti pasti aku akan susah bangun. Segera cuci kaki, menggosok gigi dan aku pun segera masuk kamar dan pergi tidur, menuruti semua perkataan mama dengan terpaksa sebenarnya karena kalau tidak dituruti urusannya pasti berujung panjang. Sebelum tidur, dari fikiran bawah sadarku ini selalu melayang ke hal – hal imajinasi yang sebenarnya tak mungkin terjadi didunia nyata. Contohnya saja aku pernah berkhayal, bila aku ditembak seorang kapten basket seperti Gabril disekolah, aku bingung pasti akan berkata apa atau berkhayal berkencan dengan Jang geun suk seorang artis korea kesukaanku. Memang aneh bukan hal itu, namun aku tetap menyukainya.
Ada yang mengoyang – goyangkan badanku, aku merasakannya dan hal ini menggangu tidurku. Aku mencoba membuka mata, melihat daerah sekeliling dengan malas, lagi – lagi aku kaget ksatria dan seorang professor berada disampingku.
“hei…kau sudah bangun? Sepertinya kau kelelahan ya? Kau tidur sangat pulas..lihat waktu kita tinggal 2 hari lagi, ayo cepat kita cari serbuk kuning itu, aku sudah tau bagaimana cara menuju kesana…ayooo !!” usai Gabrildon, yang namanya tiba – tiba aku ingat, mengucapkan hal itu, dia langsung menarik aku keluar menuju tempat serbuk kuning berada. Professor Incab mengucapkan selamat berjuang dan hati – hati dengan kalung yang ada dileher kami masing – masing. Gabrildon menjelaskan, bahwa serbuk kuning itu berada di puncak menara taman tempat kedua pohon raksasa berada, namun untuk menuju kesana kami harus menunggu Com dan Batt tertidur pulas. Ternyata serbuk kuning itu berkhasiat untuk mengembalikan seseorang ke wujud aslinya jika terkena sihir.
“pantas saja ya, Com dan Batt menyetujui hal itu karena aku yakin mereka ingin kembali wujudnya seperti kamu Gabrildon. Aku yakin mereka kangen dengan keluarga kerajaan bahkan dengan makanan yang sewajarnya mereka makan, iya tidak ? “ jawabku dengan semangat 45.
“ya…aku rasa begitu, oh ya, nama kamu disini Momoly ya? Setiap orang asing yang datang ke negeri Pyterrophia akan kuberi nama, kau pasti bukan dari negeri ini ya kan?”
Aku mengangguk lalu tersenyum, dan tanpa banyak bertanya apa artinya Momoly, aku langsung menyetujui nama itu. Akhirnya kami sampai di taman tempat Com dan Batt berada, rupanya kami sangat tepat datang kesini karena mereka sedang tidur. Ciri dari mereka tidur adalah wujud mereka tidak kelihatan sebagai pohon tua yang menyeramkan, dan taman ini kelihatan bersih dan indah. Disamping bangku dan lampu taman terdapat menara yang sangat tinggi. Rupanya kami berdua harus menaiki menara itu. Aku membaca peringatan yang tertera didepan menara tersebut, katanya yang boleh menaiki menara ini hanya dua pasangan yang mempunyai cinta tak kasat mata. Apa itu cinta tak kasat mata? Apa aku dan Gabrildon harus mempunyai rasa suka? Tentu aku menyukai Gabrildon, karena dia tampan, namun apa Gabrildon menyukai diriku ? ah, mikir apa sih aku.
Sebelum ayunan ajakan tangan Gabrildon mengajakku masuk ke dalam menara, aku menghentikannya. Aku bertanya, soal peringatan apa itu dan ia menjawab itu hanya peringatan buat anak kecil saja. Jelas saat dia bilang seperti itu aku marah. Aku lepaskan mentah – mentah genggaman lembut tangannya.
“lihat dulu peringatan itu Gabrildon, peringatan itu pasti bukan semata – mata dibuat untuk menakuti orang yang masuk ke menara ini. Lihat dulu, kita baca seksama!” aku memperingatkannya untuk tidak berbuat ceroboh namun iya membantah ajakanku ternyata. Sebelum ku menurutinya lagi aku membaca kembali sekilas peringatan itu.
Cinta tak kasat mata datang saat kamu berada ditempat tergelap dimenara ini! percayalah pada hati dan jangan percaya oleh fikiran – fikiran yang nantinya akan menyesatkan!semoga berhasil
Aku tak tau apa maksudnya, namun kata – kata tersebut akan kuingat sebagai bekal jika terjadi apa – apa di dalam menara nanti. Aku menggandeng lengan Gabrildon, didalam menara ini seperti didalam mercusuar, namun bedanya setiap anak tangga disini terdapat tulisan – tulisan, entah apa arti tulisan tersebut. Namun menurut Gabrildon, itu bercerita tentang sejarah menara ini. Sudah berapa tangga yang kami naiki daritadi namun tidak sampai – sampai ke puncak menara. Untung saja dimenara ini cahayanya cukup terang, jadi aku enggak perlu menghalau rasa ketakutan.
“aku capek, kita beristirahat dulu di sana?” kata Gabrildon sambil menunjuk sebuah pintu yang sepertinya itu kamar. Dipintu tersebut bertuliskan “kamar istirahat bagi pasangan cinta tak kasat mata”. Aku sontak melirik ke Gabrildon setelah membaca tulisan tersebut. Gabrildon hanya menaikkan satu alisnya dan menggelengkan kepalanya lalu ia menarik ku masuk ke kamar tersebut. Kesan pertama melihat kamar itu, kaget. Aku tak menyangka dimenara ini ada kamar yang begitu besar, desainnya seperti kamar pengantin saat tokoh barbie sudah menikah dengan pangeran. Aku langsung melepaskan pegangan tangannya, dan langsung lari riang seperti anak kecil yang kegirangan mendapatkan hadiah dan menghempaskan diri ke tempat tidur yang mewah ini. Gabrildon mengikuti tingkahku, kami berdua sama – sama tertawa, sama-sama berbaring ditempat tidur ini dengan kaki menggantung. Dan saat aku akan bangun dari tempat tidur dan ingin melihat isi lain kamar ini, Gabrildon menarik tanganku membuat badan ini terhempas kembali ketempat tidur, aku tertawa dan menatap si ksatria yang tengah juga menatap balik, kali ini tatapannya tajam. Kami saling bertatapan, tak lama sentuhan lembut jemari Gabrildon mendarat dipipiku, membuatku terenyuh, membuat hati ini berdetak, membuat denyut jantung ini tak bisa terkontrol.
“aaaa….sakit….” kalung yang kupakai tiba – tiba saja mencekik leherku, membuat Gabrildon dan aku sadar kalau kita bukan sedang melaksanakan malam pertama melainkan sedang dalam situasi genting, dimana nyawakulah taruhannya.
“kalung ini rupanya memperingatkan kita, aku tau maksud dari cinta tak kasat mata itu Momoly..ya, ya, cinta tak kasat mata itu berarti kita tak boleh saling mencintai, saling suka, ya kan?” tanya Gabrildon, nadanya begitu bersemangat.
“aku rasa bukan itu maksudnya, kalau tak boleh saling mencintai kenapa dinamakan cinta?pasti bukan itu maksudnya.” Sekarang kami benar – benar bingung, dan duduk di sebuah kursi sambil sama – sama berfikir. Keadaan disini sangat sunyi, aku tak mendengar suara apapun kecuali kalau Gabrildon bicara atau aku yang bicara, kami juga tidak tau pukul berapa sekarang, apa sudah malam, benar – benar buta keadaan. Tiba – tiba aku merasakan bosan dan lapar, aku menyenggol badan dia, ia pun mengeluarkan bekal yang dibawanya dari tas, hanya ada roti dan minuman. Kami saling berbagi makanan dan minuman sambil berbincang – bincang, dan sesekali tertawa. Sepertinya Gabrildon kelelahan, ia tidur lebih dulu. Entah kenapa aku belum mengantuk, aku pun mencoba melihat – lihat isi kamar ini lebih mendetail, membuka isi lemari, dan menemukan sebuah buku yang menarik perhatianku. Aku langsung melempar buku aneh tersebut saat ku lihat ia mempunyai mata, mulut dan hidung yang nyata seperti manusia. Dan membangunkan Gabrildon.
“apaaa sih? Ada apa? “ tanyanya marah – marah. Aku menunjuk ketakutan ke arah buku tersebut. Gabrildon mendekati buku tersebut. Dan ia mulai memperhatikan detail, dan saat mata hidung dan mulutnya muncul, ia mundur kaget dari buku tersebut, aku juga ikut kaget.
“tunggu…sepertinya aku mengenalmu? Kakak ilbedron? “tanya Gabrildon dengan kembali mendekati buku aneh tersebut.
“YA YA KAU MENGENALIKU GABRILDON..HAHA” suara itu, seperti suara Batt pohon raksasa itu, aku ingat jelas suaranya. Lalu Gabrildon memeluk buku tersebut dan tertawa bahagia.
Ternyata keherananku telah terbayar oleh semua penjelasan panjang lebar kak Ilbedron, ternyata dia itu terkena kutukan kakek tua yang berambut putih saat ia sama seorang kekasihnya sedang memadu cinta ditaman ini, kekasihnya entah dibawa kemana sedangkan ia disihir menjadi buku tua yang kemudian disimpan dilemari kamar, menara. Kak Ilbedron merupakan kakak kelas yang sangat dekat dengan Gabrildon di sekolah ilmu sihirnya waktu dulu, sekolah itu didirikan professor Incab yang diperuntukkan gratis bagi keluarga ataupun sanak kerajaan. Lalu menurutnya, ditaman ini ada penunggu yang jahat yaitu seorang kakek tua. Tetapi setau ku bukankah penunggu yang jahat taman ini kedua pohon raksasa itu. Teka – teki misteri negeri Pyterrophia makin membuat penasaran. Sebenarnya siapa yang benar – benar jahat di negeri ini, aku jadi tidak yakin kalau yang jahat adalah kedua pohon raksasa itu. Atau…

Kamis, 15 November 2012

Cerita Fiksi Bersambung - Pytherrophia



Pytherrophia
Part One
by Sofiemedina
Cerita Fiksi


 ini adalah sebuah cerita, yang enggak boleh dilewatkan bagi semuanya, coba deh baca... pasti enggak nyesel dijamin ! :D 
baru yang part one sih tapi semoga memberikan kesan yang baik :)
selamat membaca.....

 

Mimpi buruk sepertinya datang untuk kedua kali. Malahan ini terlihat begitu nyata. Bayangan yang terpantul dari cermin itu seperti diriku dimimpi buruk itu. Dandanan kuno, nggak modis dan lihat rambut yang lusuh dengan wajah oriental yang gagal dengan kacamata kuda. Sangat menjijikan aku melihatnya. Pantulan sinar matahari pagi tiba – tiba menyusup lewat celah jendela kamar, seberkas sinarnya memantul ke cermin dimana aku sedang duduk berkaca, dan tepat mengenai mataku, semua itu langsung menyadarkanku dari lamunan yang tak kusadari. Ternyata diriku dimimpi buruk itu adalah aku didunia nyata. Sangat meny edihkan kembali ke kehidupan nyata, dimana dinamika kehidupan penuh problema harus kujalani, bangun dipagi hari untuk pergi ke sekolah yang tak ada rasa keadilaan antar sesama disana dengan jarak tempuh yang lumayan jauh dengan riuh pikuk suasana kendaraan umum di ibukota Jakarta ini…membayangkannya sudah membuat kepalaku ini ½ gila.

Sekolah menengah atas tujuan awalku dipagi yang cerah ini, seperti biasa. Semua akan kutebak berjalan seperti biasanya. Di kendaraan umum pasti akan terasa sesak, disekolah nanti seperti biasa hanya berteman dengan itu – itu saja, bermain dikalangan yang non populer .  pastinya saat belajar, guru -  guru akan pilih kasih saat ada kuis untuk menambah nilai dan satu hal yang paling menyedihkan, tidak pernah ada seorang cowok yang mau mendekatiku. Semua hal itu membuat ku muak dengan kehidupan ini. Terkadang aku bertanya dalam benak ku, apa yang salah dariku? Apakah aku terlihat sebagai manusia yang begitu menjijikan dan memuakkan ? kurasa ini tak adil, aku punya seorang teman dulu, yaitu Amelia. Kini dia satu kelas dengan ku, namun kami tak begitu dekat karena dia masuk dikalangan populer . kalau aku seorang yang jahat, mungkin aku akan menciri – cirikan dirinya seperti ini, yang pertama Dia tidak begitu cantik, tubuhnya tak tinggi semampai, rambutnya pun tak panjang, kulitnya juga tak putih, bahkan ia seikit gemuk. Tapi kenapa dia sudah seringkali didekati lawan jenis disekolahku, bahkan baru – baru ini terdengar kabar bahwa ia putus dengan Gabril si ketua basket yang keren dan sangat populer dan mulai lagi menjalin hubungan dengan Indra si kapten futsal yang ketampanannya tak kalah jauh dengan Gabril. Harus kuakui kalau dibandingkan denganku, memang aku beda jauh juga, sangat jauh. Aku hanya gadis yang berkacamata kuda, sangat kaku dan tidak sexy bahkan tidak menarik perhatian.

Bel pulang sekolah selalu kunanti – nantikan, dan  tadi dikelas aku sempat mendengar rumpian anak populer itu bahwa masker wajah sangat berpengaruh untuk kecantikan kulit mereka. Aku pun menjadi tertarik untuk ikutan memasker wajah agar terlihat lebih segar setelah pulang sekolah nanti. Langsung saja saat aku sampai dirumah, langsung masuk kekamar dan mempersiapkan bahan masker wajah. Mamaku yang berdarah thailand, hanya menggelengkan kepalanya saat masuk kekamarku, untuk sekedar bertanya apakah ingin makan. Aku sedikit malu, ketauan oleh mama sedang mempercantik diri.

 “heiiii….gadis siapa namamu ? “ suara itu muncul lagi, suara lantang itu, suara seorang cowok yang nge’ bass dan berkarisma. Aku sudah sangat hafal suara itu. Tapi mataku yang sedari menunggu maskernya kering kupejamkan, terasa sulit terbuka. Dan mulut ini terasa sulit menjawab saat suara itu datang. Aku mengucek kedua mataku, dan berharap ini semua hanya khayalan yang disertai lamunan ku lagi.

“ 1..2…3…” kulihat sekeliling perlahan, berharap aku berada dikamar sederhana ku yang nyaman tetapi ini bukan kamarku saat mata ini telah terbuka lebar. Melainkan tempat ini adalah taman yang aneh. Taman ini sepertinya tak terurus, banyaknya pohon besar mengakibatkan daunnya yang gugur dan mati berserakan dimana – mana, dibangku taman terutama. Aku memalingkan pandangan ke arah belakang, tidak ada apa – apa. Aku mencoba mencari – cari dimana keberadaanku. Dan kaget karena ternyata berada ditengah – tengah dua pohon besar yang sangat tua, akarnya sudah tak tentu arah. Dan dibelakang kedua pohon tua tersebut ada sebuah sungai yang mengalir deras. Mengingat suara tadi, membuat bulu kuduk ku merinding.
“dimana aku….” Tiba – tiba angin bertiup sangat kencang, aku jongkok ketakutan. Kedua pohon tua itu menggerakkan otot – ototnya. Membuat ku ngeri, dan makin histeris. Sepertinya aku pernah melihat kedua pohon ini, yaa..ini adalah pohon rumahnya kuntilanak bersarang. Rumbaian – rumbaian ranting tua, ditambah daun – daun yang mulai tak tentu arah pergerakkannya.
“aaaaaaaaa…….tooloonngg………”  daun – daun dikedua pohon tua itu sepertinya lapar, dan mereka sepertinya ingin memperebutkan dagingku. Daun – daun itu melekat satu demi satu ditubuhku, membuat ku susah bergerak, makin lama bukanlah daun saja yang berada ditubuhku ini melainkan ranting dan akar mulai menjerat dan menarik – narik tubuhku. Saat itulah, aku meneteskan air mata, aku ingat tentang dosa – dosaku didunia, ingat dengan orangtua serta adik kecilku. Kini mereka telah berhasil membuat ku tak bergerak, aku sudah terbalut oleh kostum halloween pohon kuntilanak sekarang. Aku bisa merasakan, darahku yang berdesir tanda darah ini telah disedot oleh kedua pohon. Nafas pun detik ini mulai terengah – engah, sepertinya kedua pohon ini mulai mengambil jantung atau paru – paru ku ini.
“heii…combatt tree, jangan ganggu gadis ini !!! “ suara itu datang lagi, diriku yang sedari tadi pasrah berubah menjadi optimis untuk hidup. Aku mulai berontak kembali, dan” sssreeeeettt sssseeeerrreett “ suara pedang ksatria begitu nyata terasa. Aku memejamkan mataku, takut mengenai tubuh ini yang jauh dari sempurna. pedang itu begitu hebat menimbas ranting tua dan daun – daun yang tua itu dari tubuhku, tanpa sedikitpun salah sasaran. Tangan ku ditarik oleh sang ksatria untuk keluar dan berlari sejauh mungkin bersamanya. Aku takut membuka mata, namun rasa penasaran tak tertahankan. Kesan pertama melihatnya, dia benar – benar mirip ksatria yang ada dinegeri dongeng tempat tokoh barbie berada. Kostumnya benar – benar mirip dengan pangeran yang selalu menyelamatkan tokoh barbie.
“kau baik – baik saja? “ aku hanya terbelangak dan menjawabnya dengan satu anggukan. Ia menarik tanganku, dan mengajak untuk lari. Sepertinya kedua pohon tua tersebut tak mau mengakui kekalahannya, sulit dipercaya. Pohon itu mengikuti langkah kaki kami. Jalanan yang aku lewati seperti bukit yang berada dipuncak atau lembang. Menanjak sangat terjal, dan menurun seperti perosotan ekstrim. Langkah pohon besar itu menggetarkan jalanan kami, aku melepaskan genggaman tangan sang ksatria karena tak kuat lagi berlari.
“aku sudah tak kuat, biarkan aku dimakan oleh sang pohon itu”
“tidak…tidak…korban combatt tree sudah begitu banyak di pytherrophia ini. Saya sebagai pengganti tahta kerajaan nanti tak ingin ada korban lagi. Percayalah padaku, kita bisa melarikan diri darinya. Ayoo cepaat dia semakin dekat !!” ksatria itu mencoba meyakinkan kudengan lembut namun tetap tegas. Itu semua membuat energi ku kembali, dan aku mulai berlari secepat mungkin dengan menggenggam erat tangan sang ksatria. Meskipun aku sama sekali tak bisa berfikir sesuai logika tentang apa itu cobatt tree dan pytherropia, aku tetap mempercayainya. Jalanan yang menanjak terasa berat untuk dilewati dengan berlari. Aku benar – benar tak kuat, aku kini lebih baik untuk mati saja sepertinya dimakan oleh pohon tua itu. Pohon tua itu tak ada lelahnya, jalanan yang ia lewati membuat jalan tersebut bergetar seperti gempa bumi, tentu saja hal itu membuat jalanan yang tadinya bagus menjadi retak. Aku diperingatkan oleh si ksatria untuk tidak melihat kebelakang, untuk tetap melihat lurus kedepan.
“aku….benar-benar tak kuat…sungguh…” lagi – lagi gengaman tangannya ku lepaskan untuk kedua kalinya. Tubuh ini memang tak begitu kuat kalau harus dibawa lari, aku terkadang sesak nafas bila harus tes lari terlalu lama disekolah.
“heiii….kau ini jangan terus mengeluh seperti itu, ayooo cepat atau kau mau aku gendong?” ksatria yang ku tak tau namanya menggapai kembali tanganku dan ia menawariku untuk hinggap ditumpuan punggungnya, itu membuat ku tercengang, kaget. “tiddakk…tidaak..enggak usah repot-repot” aku menolak permintaannya. Dengan nada terakhir rada menggoda. Rupanya dua pohon raksasa tersebut mempunyai kekuatan magis, pohon itu yang tadinya dibelakang kami sekarang berada di depan kami. Kali ini aku benar – benar takut setakut – takutnya, tanganku menggenggam begitu erat tangan sang ksatria. Ksatria itu langsung menengok ke arah wajahku, dan isyarat wajahnya berkata kalau aku akan baik – baik saja selama berada di sampingnya.

Pertempuran hebat terjadi saat itu juga, setelah aku dan nya saling bertatap mata. Aku mengumpatkan diri dibalik batu berwarna seperti hijau lumut sambil sesekali menengok ke arah sang ksatria takut – takut kalau dia kalah pertempuran. Pertempuran ini terasa tak adil, kedua pohon itu memakai unsur magis sedangkan ksatria itu hanya memakai pedang, ya…pedang platina mungkin seperti kisah petulangan nobita dan doraemon. Sang ksatria sudah mulai lesu dan mungkin tak kuat lagi, dia pun berlari menuju arahku, ia langsung menarik tanganku dan menghadapkanku ke kedua pohon raksasa itu. Mata ini mulai berkaca – kaca, hati dan fikiran menuju ke arah bahwa ksatria akhirnya merelakan ku benar – benar dimakan pohon tua jelek raksasa ini.
“combatt tree……BAGAIMANA KALAU KITA BUAT PERJANJIAN, KAU TAU SERBUK KUNING YANG TENGAH DIKABARKAN HILANG ITU DIBERTHEO, TAMAN MU ITU? “ sang ksatria berbiacara begitu keras, mungkin sejagad raya ini terdengar.
“YA…YA…AKU TAU, APA KAU INGIN BISA MENEMUKANNYA? HAHAHA….TENTU TIDAK AKAN BISA TIDAK AKAN TIDAK AKAN…HAHAHA” Kata si pohon raksasa yang mempunyai daun – daun setan. Aku menyeringai, dan ketakutan mendengar suara pohon itu. Suaranya seperti raksasa, raksasa yang lebih menakutkan sepertinya dari raksasa  difilm – film.
“HAHAHA….BATT, DIA BODOH YA?, KAU BODOH GABRILDON ! SERBUK KUNING ITU TERDAPAT DITEMPAT YANG TERTINGGI DARI YANG TERTINGGI KAU TAU!!!” Seru si pohon raksasa kedua. Dan kurasa kedua pohon raksasa itu adalah pasangan suami istri, terdengar jelas dari suaranya. Dan kurasa juga nama pohon raksasa yang cowo namanya Batt, dan cowok ksatria disampingku ini yang masih saja mengenggam tanganku ini namanya adalah Gabrildon.
Tunggu siapa Gabrildon, sepertinya tidak asing nama itu. Sepertinya aku mengenalnya. Ah tidak, tidak tidak mungkin Cuma perasaan saja, ya mungkin. Kataku dalam hati.
“kalian jangan anggap aku ini sebagai keponakan kecil kalian yang bodoh lagi. Aku sudah berbeda dengan aku yang dulu dan sekarang aku akan jadi penerus Pytherrophia yang terus dan terus melindungi rakyatnya !!!”
Apa keponakan kecil dua pohon tua itu, si ksatria yang tampan ini ? apa aku tak salah dengar ?
“OH…TERNYATA TELAH BERUBAH YA GABRILDON KECIL SAYANG? OK, KALAU BEGITU, AKU AKAN MEMBERI GADIS INI KESEMPATAN KECIL UNTUK HIDUP. AKAN KUIZINKAN KAU UNTUK MENCARI SERBUK KUNING ITU. TAPI, EM…SYARAT APA YANG INGIN KAU BERIKAN BATT SAYANG ?” Jawab si Com, suaranya itu mengingat kan ku dengan suara mama namun kalau suara mama lebih pelan.
“SYARAT NYA KAU HARUS MEMBERIKAN SERBUK KUNING ITU SEBELUM WAKTU YANG DITENTUKAN BERAKHIR. DAN AKU AKAN MEMBERIKAN WAKTU UNTUK KALIAN SELAMA 3 HARI SAJA!!”

Aku yang kontak kaget mendengar waktu yang diberikan langsung spontan protes, “heii…..raksasa aneh dan jelek cepat sekali waktu yang kalian berikan itu tak adil !!!”
Pohon raksasa itu tiba – tiba langsung mengangkat akar – akarnya dan melilit tubuhku, pegangan tanganku terlepas dengan sang ksatria, ia berusaha meraih kembali tanganku namun gagal. Aku takut dari kecil dengan ketinggian, dan aku kali ini benar – benar dibawa keatas langit ketujuh mungkin.
“GADIS KECIL JANGAN SOK NGELAWAN ! KAU ITU KAUM LEMAH !!” perkataan pohon raksasa yang sepertinya bernama Batt tepat sekali masuk ke gendang telingaku. Kemudian aku diturunkan kembali, ke samping tempat berdirinya Gabrildon sang ksatria.
“kau tak apa-apa? Jangan sesekali lagi membetak atau menentang dia, mengerti ?” kata Gabrildon dengan tegas, dan mulai meraih tanganku kembali untuk isyarat berpeganglah padaku gadis .
“BAIK – BAIK AKU AKAN MENERIMA WAKTU ITU. DAN KALAU AKU BISA MEMENANGKANNYA, KAU HARUS BERJANJI UNTUK TIDAK MENGANGGU PYTERROPHIA LAGI, MNGERTI ? “tanya Gabrildon menegaskan semuanya. Aku hanya diam, tak berani lagi berkomentar pada siapa pun.
“ BAIKLAH, AKU BERJANJI “
“AKU JUGA BERJANJI. TAPI KALAU KAU TAK BERHASIL GABRILDON DAN KAU GADIS. GADIS ITU AKAN KAMI  MAKAN !! OH YA, DAN INI, PAKAI KALUNG INI, KALUNG INI AKAN MENCEKEK LEHER KALIAN KALAU KALIAN BERDUA TAK SALING MEMBANTU MENCARINYA KARENA SERBUK KUNING ITU DAPAT DILIHAT DENGAN ADANYA CINTA TAK KASAT MATA. INGAT ITU !!!”
Kalung yang sangat indah buatku, mungkin ini sejenis kalung pengikat cinta, fikirku. Kalung itu terpakai dengan sendirinya dileher kami dengan kekuatan magis Batt dan Com.




gimana - gimana seru ga? mau tau apakah mereka berhasil ? mau tau kelanjutannya? 
tunggu yaaa..... :D


Rabu, 14 November 2012

Ini Fakta-Fakta Unik tentang Pelangi, Mana Yang Kamu Tau?

5 Fakta Unik Tentang Pelangi

Fakta unik mengenai pelangi  1
Pelangi didefinisikan sebagai barisan warna yang terbentuk karena pantulan dan pembiasan dari sinar matahari di dalam air hujan
Fakta unik mengenai pelangi 2 
Kita dapat melihat pelangi karena cahaya dibiaskan ketika dari medium udara melewati medium air hujan. Warna cahaya matahari yang digabungkan adalah putih, tetapi ketika dibiaskan akan menjadi berbagai warna. 
 Fakta unik mengenai pelangi 3 
Bila anda melihat pelangi, dapat dipastikan kemungkinan besar saat itu hujan, lalu matahari berada di belakang anda dan hujan di depan sehingga pusat busur pelangi berada tepat di seberang/berlawanan dengan matahari. 
Fakta unik mengenai pelangi 4 
Walaupun terlihat seperti busur, bentuk pelangi sebenarnya adalah bulat secara penuh. 
Fakta unik mengenai pelangi 5 
MeJiKuHiBiNiU 
adalah akronim yang biasa dipakai orang Indonesia untuk menghafal warna pada pelangi. Sedangkan orang barat menggunakan akronim  
Roy. G. Biv 
Red, Orange, Yellow, Green, Blue, Indigo, Violet.


 

 

 

 

 

 

 

 
My My My Blogger Template by Ipietoon Blogger Template