Senin, 01 Februari 2016
kisah lanjutan
"Mencoba Puitis"
dan sekarang sudah benar-benar ada berjalan di jalan tersebut.
lalu?
apa yang terjadi?
bukankah seharusnya tinggal berjalan saja lurus kedepan?
tetapi mengapa banyak begitu kekhawatiran terkadang
padahal sudah begitu banyak pula kejutan-kejutan indah (sangat indah) yang didapatkan.
dan rasa syukur pun ada sampai detik ini.
hahahaha
Minggu, 16 Agustus 2015
SEKETIKA MENGALUN
M u s i k
pernahkah kalian merasa lebih baik seketika setelah mendengar musik?
alunan lirik sesuai hati dan fikiran, akan membuat menjadi satu dengan jiwa.saat merasa bahagia, kalian tentu lebih memilih mendengar alunan lagu yang gembira juga.
saat sedih, kecewa, takut, pasti akan lebih baik mendengar alunan melow.
musik seakan backsound hidup ini.
musik seakan-akan turut bahagia dan sedih menyesuaikan ritme kehidupan sang pemain.
Minggu, 26 Juli 2015
BAGAI BUMI DAN LANGIT
(Part 2)
Okay............
ini telah berakhir
sungguh benar- benar berakhir
tidak akan pernah terbahas kembali
bumi sudah berada ditempatnya
dan
langit pun sudah diatas sana
Okay............
ini telah berakhir
sungguh benar- benar berakhir
tidak akan pernah terbahas kembali
bumi sudah berada ditempatnya
dan
langit pun sudah diatas sana
Saat Gundah Gulana
Apakah Ini Jalan yang Benar?

Malam ini tiba-tiba terinspirasi untuk nyoret nyoret disini. kejadian ini saat musik adele- chasing pavements mengalun ditelinga gue.
HAH engga penting.
Jadi gini, malam ini gue selalu memikirkan tentang sesuatu yang belum terjadi.
gue takut memilih jalan yang salah.
gue takut seperti yang kemarin .
apakah perasaan ini normal?
atau malah berlebih?
gue kayak nulis puisi ya
ah apaan sih gue
Lanjut...
gue terkadang merasa lebih berarti, berharga, dan lebih segala-galanya namun saat hanya sebuah semut mengigit gue akan jatuh, merasa tidak berarti, tidak berharga dan merasa bukan apa-apa. ITU GUE!
Kacau banget kayaknya fikiran gue malam ini, apa gue aja yang terlalu mikirin? apa gue terlalu baper?
"dibikin asik aja"
hahahaha gue jadi inget tagline itu.
tag line se simple itu, hidup juga harus simple
oke ini ga jelas,
bay-bay
Sabtu, 15 November 2014
Apakah Kamu Pernah Merasakan Cerita Remaja Ini ?
Bagai Bumi dan Langit
by Sofiemedina
Cerita Pendek
by Sofiemedina
Cerita Pendek
Perbedaan baru ini, baru benar-benar twipski rasakan. banyak orang berkata tentang perbedaan bagai bumi dan langit, namun twipski tak benar-benar sadar kalau hal itu ada. twipski seorang gadis belia umur belasan tahun, dia sebatang kara, hanya sebuah telefon genggam usang yang menemani hari-harinya saat didalam kamar.
Berawal dari sebuah pertemuan tak terduga di jaringan telefon genggamnya. ya, seorang pria yang salah alamat di sebuah jaringan. yang pada akhirnya, berlanjut menemani hari-hari twipski yang berjalan hambar. pagi berganti siang, siang berganti sore, sore pun berganti malam, percakapan itu menghasilkan hari-hari yang dibumbui letupan kebahagiaan. tak pernah habis bahan percakapan mereka, seperti laut yang tidak pernah kekurangan air.
Sebagai seorang manusia pasti mempunyai hasrat penasaran. mereka akhirnya merancang rencana pertemuan. rencana yang secara tiba-tiba dan spontanitas, twipski pun tidak berfikir panjang apakah cowok misterius itu akan menyukai nya dengan wujud asli.
Langit berwarna kemerahan, menandakan sore akan berganti malam. twipski dengan pakaian paling sederhana menunggu sang pria di perempatan jalan raya. lama menunggu perasaan penasaran dan gelisah semakin timbul, dibarengi dengan rintik hujan. rintik hujan tersebut kian besar, twipski pun meraih payung di dalam tasnya dan menggunakannya. pria tersebut tak kunjung datang
Saat twipski mulai putus asa dan mengatai dirinya sendiri "bodoh", ia datang menghampiri begitu saja, seperti ada magnet yang mengatakan bahwa "dia orangnya!" . mereka memulai percakapan kecil dibawah payung dan membuat hujan semakin deras.
Menunggu hujan disebuah kedai kopi milik anak metropolitan sungguh hal yang tidak biasa buat twipski. tidak pernah dia duduk berdua dengan seorang pria, berbagi cerita, berbagi canda, berbagi suka dan duka sambil ditemani tetes air hujan.
Dia banyak cerita tentang kehidupannya, tentang banyak hal yang selama ini twipski benar-benar tidak tau. perasaan nyaman dan tak ingin waktu berjalan cepat mulai terasa namun permasalahan kehidupan dia dengan twipski bagai bumi dan langit. ini yang membuat twipski meragu kalau hubungan ini akan berlanjut ke sisi harapan yang pasti.
takut akan perbedaan, dia dan twipski sangat berbeda. Ya... harta , pemikiran, kecerdasan, kesukaan, ketidaksukaan,gaya hidup, model pakaian, mereka berbeda. Karena semua itulah hal yang paling ditakutkan dan terus menggeliat sedari pertemuaan itu di otak twipski adalah kesudahan dari pertemuan ini dia menghilang tanpa jejak.

-bersambung-
Minggu, 18 November 2012
Cerita Fiksi Bersambung 2 - Pytherrophia
ini dia part two dari cerita lanjutan "PYTHERROPHIA"
Jangan sampai terlewatkan…… ;D
Pytherrophia
Part Two
by Sofie Medina
Cerita Fiksi
Part Two
by Sofie Medina
Cerita Fiksi
Sehabis perjanjian itu,
Pytherrophia terasa jadi sungguh tenang. Aku dibawa Gabrildon ke suatu rumah
yang unik milik professor incab dengan bagian
luar rumahnya seperti rumah tarzan tetapi saat masuk kedalam sangat menakjubkan,
peralatan dan teknologi canggih ada disana, berbagai buku bahkan buku ilmu
sihir tersusun rapi diperpustakaan miliknya. aku sampai tidak bisa menutup
mulut dan tak bisa berkata apa –apa saat diajak masuk kedalam. Professor Incab
ini bisa dibilang leluhur negeri Pytherropia, dia ilmuwan dan sejarawan juga
penyihir yang baik tentunya. Ia mengetahui tentang apapun, termasuk seluk –
beluk saat Pytherropia belum menjadi negeri sebesar ini, saat kedua pohon
raksasa itu masih menjadi tante dan paman Gabrildon. Ya, dulu memang mereka
tante dan paman Gabrildon namun percobaan professor Incab yang gagal mengubahnya
menjadi dua pohon raksasa. Karena professor Incab belum bisa mengubah wujud
mereka kembali, jadi Professor menyarankan kepada mereka untuk setiap tahunnya
memakan manusia yang datang ke taman Berry agar mereka dapat bertahan hidup sampai
ratusan tahun. Maka, dari itu professor Incab dibenci dan ditakutkan oleh
seluruh rakyat negeri Pyterrophia dan akhirnya professor membangun rumahnya
seperti ini. Panjang lebar Gabrildon menjelaskan semua hal itu kepadaku saat
diperjalanan menuju rumah professor Incab tadi. Negeri ini memang sangat
menakjubkan, hal yang terjadi disini sangat aneh, bahkan ini semua tidak masuk
akal sepertinya, jawabku setelah ia berbicara panjang lebar. Dia hanya tersenyum manis, senyumannya saat
itu mengingatkan aku pada seseorang tetapi lagi – lagi aku tak tau siapa itu. Sampai
detik ini aku tak percaya keberadaanku, berdiri dihadapan professor Incab aku
tak percaya. Sungguh aneh dan menakjubkan, aku seperti bukan aku rasanya, dan
ini semua seperti “mimpi”.
MIMPI?
“kakak…………bangun……..mama………kakak
kok ga bangun bangun sih?” suara itu suara siapa lagi, aku makin bingung dan
kenapa sekarang jadi gelap dan wajahku terasa sangat kaku.
BYUUURRRR………aku kaget terbelalak
bangun dari tempat tidur. Ternyata adikku, Mela menyiramku dengan segayung air.
membuat masker diwajahku luntur saat ku melihat ke kaca yang tepat berada
didepan tempat tidur, bahkan membuat tempat tidurku setengah basah. Mela
tertawa, aku langsung memelototinya dan melemparnya dengan guling, ia langsung
lari keluar kamar sambil berteriak “mamaaa”. Sesegera mungkin masuk kamar
mandi, menyalakan shower, dan berdiam diri tepat dibawah shower mencoba
mengingat apa yang terjadi tadi saat aku
terlelap tidur. Itu mimpi ternyata? Mimpi apa itu? Sangat aneh? . Aku
mencoba mengingat kembali namun yang kuingat hanya… entahlah aku tak bisa
mengingat apa – apa.
Sehabis mandi, aku melihat jam
di dinding, waktu menunjukkan pukul 05.00 sore. Aku mencoba membaringkan
tubuhku kembali dikasur, mencoba mengingat kembali apa yang terjadi dengan
mimpi ku tadi. Rasa ingin kembali ke mimpi tersebut sangat besar, namun untuk
mengingat mimpi apa yang dialami begitu sulit.
Bersenda gurau dengan keluarga
hal yang paling terindah, besok kehidupan disekolah yang selalu membuat ku
bosan akan dimulai lagi. Mama menyuruhku tidur jangan larut malam, karena nanti
pasti aku akan susah bangun. Segera cuci kaki, menggosok gigi dan aku pun
segera masuk kamar dan pergi tidur, menuruti semua perkataan mama dengan
terpaksa sebenarnya karena kalau tidak dituruti urusannya pasti berujung
panjang. Sebelum tidur, dari fikiran bawah sadarku ini selalu melayang ke hal –
hal imajinasi yang sebenarnya tak mungkin terjadi didunia nyata. Contohnya saja
aku pernah berkhayal, bila aku ditembak seorang kapten basket seperti Gabril
disekolah, aku bingung pasti akan berkata apa atau berkhayal berkencan dengan
Jang geun suk seorang artis korea kesukaanku. Memang aneh bukan hal itu, namun
aku tetap menyukainya.
Ada yang mengoyang – goyangkan
badanku, aku merasakannya dan hal ini menggangu tidurku. Aku mencoba membuka
mata, melihat daerah sekeliling dengan malas, lagi – lagi aku kaget ksatria dan
seorang professor berada disampingku.
“hei…kau sudah bangun? Sepertinya
kau kelelahan ya? Kau tidur sangat pulas..lihat waktu kita tinggal 2 hari lagi,
ayo cepat kita cari serbuk kuning itu, aku sudah tau bagaimana cara menuju
kesana…ayooo !!” usai Gabrildon, yang namanya tiba – tiba aku ingat,
mengucapkan hal itu, dia langsung menarik aku keluar menuju tempat serbuk
kuning berada. Professor Incab mengucapkan selamat berjuang dan hati – hati
dengan kalung yang ada dileher kami masing – masing. Gabrildon menjelaskan,
bahwa serbuk kuning itu berada di puncak menara taman tempat kedua pohon
raksasa berada, namun untuk menuju kesana kami harus menunggu Com dan Batt
tertidur pulas. Ternyata serbuk kuning itu berkhasiat untuk mengembalikan
seseorang ke wujud aslinya jika terkena sihir.
“pantas saja ya, Com dan Batt
menyetujui hal itu karena aku yakin mereka ingin kembali wujudnya seperti kamu
Gabrildon. Aku yakin mereka kangen dengan keluarga kerajaan bahkan dengan
makanan yang sewajarnya mereka makan, iya tidak ? “ jawabku dengan semangat 45.
“ya…aku rasa begitu, oh ya, nama
kamu disini Momoly ya? Setiap orang asing yang datang ke negeri Pyterrophia
akan kuberi nama, kau pasti bukan dari negeri ini ya kan?”
Aku mengangguk lalu tersenyum,
dan tanpa banyak bertanya apa artinya Momoly, aku langsung menyetujui nama itu.
Akhirnya kami sampai di taman tempat Com dan Batt berada, rupanya kami sangat
tepat datang kesini karena mereka sedang tidur. Ciri dari mereka tidur adalah
wujud mereka tidak kelihatan sebagai pohon tua yang menyeramkan, dan taman ini kelihatan
bersih dan indah. Disamping bangku dan lampu taman terdapat menara yang sangat
tinggi. Rupanya kami berdua harus menaiki menara itu. Aku membaca peringatan
yang tertera didepan menara tersebut, katanya yang boleh menaiki menara ini
hanya dua pasangan yang mempunyai cinta tak kasat mata. Apa itu cinta tak
kasat mata? Apa aku dan Gabrildon harus mempunyai rasa suka? Tentu aku menyukai
Gabrildon, karena dia tampan, namun apa Gabrildon menyukai diriku ? ah, mikir
apa sih aku.
Sebelum ayunan ajakan tangan
Gabrildon mengajakku masuk ke dalam menara, aku menghentikannya. Aku bertanya,
soal peringatan apa itu dan ia menjawab itu hanya peringatan buat anak kecil
saja. Jelas saat dia bilang seperti itu aku marah. Aku lepaskan mentah – mentah
genggaman lembut tangannya.
“lihat dulu peringatan itu
Gabrildon, peringatan itu pasti bukan semata – mata dibuat untuk menakuti orang
yang masuk ke menara ini. Lihat dulu, kita baca seksama!” aku memperingatkannya
untuk tidak berbuat ceroboh namun iya membantah ajakanku ternyata. Sebelum ku
menurutinya lagi aku membaca kembali sekilas peringatan itu.
Cinta tak kasat mata datang saat
kamu berada ditempat tergelap dimenara ini! percayalah pada hati dan jangan
percaya oleh fikiran – fikiran yang nantinya akan menyesatkan!semoga berhasil
Aku tak tau apa maksudnya, namun
kata – kata tersebut akan kuingat sebagai bekal jika terjadi apa – apa di dalam
menara nanti. Aku menggandeng lengan Gabrildon, didalam menara ini seperti
didalam mercusuar, namun bedanya setiap anak tangga disini terdapat tulisan –
tulisan, entah apa arti tulisan tersebut. Namun menurut Gabrildon, itu
bercerita tentang sejarah menara ini. Sudah berapa tangga yang kami naiki
daritadi namun tidak sampai – sampai ke puncak menara. Untung saja dimenara ini
cahayanya cukup terang, jadi aku enggak perlu menghalau rasa ketakutan.
“aku capek, kita beristirahat
dulu di sana?” kata Gabrildon sambil menunjuk sebuah pintu yang sepertinya itu
kamar. Dipintu tersebut bertuliskan “kamar istirahat bagi pasangan cinta tak
kasat mata”. Aku sontak melirik ke Gabrildon setelah membaca tulisan tersebut.
Gabrildon hanya menaikkan satu alisnya dan menggelengkan kepalanya lalu ia
menarik ku masuk ke kamar tersebut. Kesan pertama melihat kamar itu, kaget. Aku
tak menyangka dimenara ini ada kamar yang begitu besar, desainnya seperti kamar
pengantin saat tokoh barbie sudah menikah dengan pangeran. Aku langsung
melepaskan pegangan tangannya, dan langsung lari riang seperti anak kecil yang
kegirangan mendapatkan hadiah dan menghempaskan diri ke tempat tidur yang mewah
ini. Gabrildon mengikuti tingkahku, kami berdua sama – sama tertawa, sama-sama
berbaring ditempat tidur ini dengan kaki menggantung. Dan saat aku akan bangun
dari tempat tidur dan ingin melihat isi lain kamar ini, Gabrildon menarik
tanganku membuat badan ini terhempas kembali ketempat tidur, aku tertawa dan
menatap si ksatria yang tengah juga menatap balik, kali ini tatapannya tajam.
Kami saling bertatapan, tak lama sentuhan lembut jemari Gabrildon mendarat
dipipiku, membuatku terenyuh, membuat hati ini berdetak, membuat denyut jantung
ini tak bisa terkontrol.
“aaaa….sakit….” kalung yang
kupakai tiba – tiba saja mencekik leherku, membuat Gabrildon dan aku sadar
kalau kita bukan sedang melaksanakan malam pertama melainkan sedang dalam
situasi genting, dimana nyawakulah taruhannya.
“kalung ini rupanya
memperingatkan kita, aku tau maksud dari cinta tak kasat mata itu Momoly..ya,
ya, cinta tak kasat mata itu berarti kita tak boleh saling mencintai, saling
suka, ya kan?” tanya Gabrildon, nadanya begitu bersemangat.
“aku rasa bukan itu maksudnya,
kalau tak boleh saling mencintai kenapa dinamakan cinta?pasti bukan itu
maksudnya.” Sekarang kami benar – benar bingung, dan duduk di sebuah kursi
sambil sama – sama berfikir. Keadaan disini sangat sunyi, aku tak mendengar
suara apapun kecuali kalau Gabrildon bicara atau aku yang bicara, kami juga
tidak tau pukul berapa sekarang, apa sudah malam, benar – benar buta keadaan.
Tiba – tiba aku merasakan bosan dan lapar, aku menyenggol badan dia, ia pun
mengeluarkan bekal yang dibawanya dari tas, hanya ada roti dan minuman. Kami
saling berbagi makanan dan minuman sambil berbincang – bincang, dan sesekali
tertawa. Sepertinya Gabrildon kelelahan, ia tidur lebih dulu. Entah kenapa aku
belum mengantuk, aku pun mencoba melihat – lihat isi kamar ini lebih mendetail,
membuka isi lemari, dan menemukan sebuah buku yang menarik perhatianku. Aku
langsung melempar buku aneh tersebut saat ku lihat ia mempunyai mata, mulut dan
hidung yang nyata seperti manusia. Dan membangunkan Gabrildon.
“apaaa sih? Ada apa? “ tanyanya
marah – marah. Aku menunjuk ketakutan ke arah buku tersebut. Gabrildon
mendekati buku tersebut. Dan ia mulai memperhatikan detail, dan saat mata
hidung dan mulutnya muncul, ia mundur kaget dari buku tersebut, aku juga ikut
kaget.
“tunggu…sepertinya aku
mengenalmu? Kakak ilbedron? “tanya Gabrildon dengan kembali mendekati buku aneh
tersebut.
“YA YA KAU MENGENALIKU
GABRILDON..HAHA” suara itu, seperti suara Batt pohon raksasa itu, aku ingat
jelas suaranya. Lalu Gabrildon memeluk buku tersebut dan tertawa bahagia.
Ternyata keherananku telah
terbayar oleh semua penjelasan panjang lebar kak Ilbedron, ternyata dia itu
terkena kutukan kakek tua yang berambut putih saat ia sama seorang kekasihnya
sedang memadu cinta ditaman ini, kekasihnya entah dibawa kemana sedangkan ia
disihir menjadi buku tua yang kemudian disimpan dilemari kamar, menara. Kak
Ilbedron merupakan kakak kelas yang sangat dekat dengan Gabrildon di sekolah
ilmu sihirnya waktu dulu, sekolah itu didirikan professor Incab yang
diperuntukkan gratis bagi keluarga ataupun sanak kerajaan. Lalu menurutnya,
ditaman ini ada penunggu yang jahat yaitu seorang kakek tua. Tetapi setau ku
bukankah penunggu yang jahat taman ini kedua pohon raksasa itu. Teka – teki
misteri negeri Pyterrophia makin membuat penasaran. Sebenarnya siapa yang benar
– benar jahat di negeri ini, aku jadi tidak yakin kalau yang jahat adalah kedua
pohon raksasa itu. Atau…
Kamis, 15 November 2012
Cerita Fiksi Bersambung - Pytherrophia
Pytherrophia
Part One
by Sofiemedina
Cerita Fiksi
by Sofiemedina
Cerita Fiksi
ini adalah sebuah cerita, yang enggak boleh dilewatkan bagi semuanya, coba deh baca... pasti enggak nyesel dijamin ! :D
baru yang part one sih tapi semoga memberikan kesan yang baik :)
selamat membaca.....
Mimpi buruk sepertinya datang untuk kedua kali.
Malahan ini terlihat begitu nyata. Bayangan yang terpantul dari cermin itu
seperti diriku dimimpi buruk itu. Dandanan kuno, nggak modis dan lihat rambut
yang lusuh dengan wajah oriental yang gagal dengan kacamata kuda. Sangat
menjijikan aku melihatnya. Pantulan sinar matahari pagi tiba – tiba menyusup lewat
celah jendela kamar, seberkas sinarnya memantul ke cermin dimana aku sedang
duduk berkaca, dan tepat mengenai mataku, semua itu langsung menyadarkanku dari
lamunan yang tak kusadari. Ternyata diriku dimimpi buruk itu adalah aku didunia
nyata. Sangat meny edihkan kembali ke kehidupan nyata, dimana dinamika
kehidupan penuh problema harus kujalani, bangun dipagi hari untuk pergi ke
sekolah yang tak ada rasa keadilaan antar sesama disana dengan jarak tempuh
yang lumayan jauh dengan riuh pikuk suasana kendaraan umum di ibukota Jakarta
ini…membayangkannya sudah membuat kepalaku ini ½ gila.
Sekolah menengah atas tujuan awalku dipagi yang cerah ini, seperti biasa. Semua akan kutebak berjalan seperti biasanya. Di kendaraan umum pasti akan terasa sesak, disekolah nanti seperti biasa hanya berteman dengan itu – itu saja, bermain dikalangan yang non populer . pastinya saat belajar, guru - guru akan pilih kasih saat ada kuis untuk menambah nilai dan satu hal yang paling menyedihkan, tidak pernah ada seorang cowok yang mau mendekatiku. Semua hal itu membuat ku muak dengan kehidupan ini. Terkadang aku bertanya dalam benak ku, apa yang salah dariku? Apakah aku terlihat sebagai manusia yang begitu menjijikan dan memuakkan ? kurasa ini tak adil, aku punya seorang teman dulu, yaitu Amelia. Kini dia satu kelas dengan ku, namun kami tak begitu dekat karena dia masuk dikalangan populer . kalau aku seorang yang jahat, mungkin aku akan menciri – cirikan dirinya seperti ini, yang pertama Dia tidak begitu cantik, tubuhnya tak tinggi semampai, rambutnya pun tak panjang, kulitnya juga tak putih, bahkan ia seikit gemuk. Tapi kenapa dia sudah seringkali didekati lawan jenis disekolahku, bahkan baru – baru ini terdengar kabar bahwa ia putus dengan Gabril si ketua basket yang keren dan sangat populer dan mulai lagi menjalin hubungan dengan Indra si kapten futsal yang ketampanannya tak kalah jauh dengan Gabril. Harus kuakui kalau dibandingkan denganku, memang aku beda jauh juga, sangat jauh. Aku hanya gadis yang berkacamata kuda, sangat kaku dan tidak sexy bahkan tidak menarik perhatian.
Bel pulang sekolah selalu kunanti – nantikan, dan tadi dikelas aku sempat mendengar rumpian anak populer itu bahwa masker wajah sangat berpengaruh untuk kecantikan kulit mereka. Aku pun menjadi tertarik untuk ikutan memasker wajah agar terlihat lebih segar setelah pulang sekolah nanti. Langsung saja saat aku sampai dirumah, langsung masuk kekamar dan mempersiapkan bahan masker wajah. Mamaku yang berdarah thailand, hanya menggelengkan kepalanya saat masuk kekamarku, untuk sekedar bertanya apakah ingin makan. Aku sedikit malu, ketauan oleh mama sedang mempercantik diri.
“heiiii….gadis siapa namamu ? “ suara itu muncul lagi, suara lantang itu, suara seorang cowok yang nge’ bass dan berkarisma. Aku sudah sangat hafal suara itu. Tapi mataku yang sedari menunggu maskernya kering kupejamkan, terasa sulit terbuka. Dan mulut ini terasa sulit menjawab saat suara itu datang. Aku mengucek kedua mataku, dan berharap ini semua hanya khayalan yang disertai lamunan ku lagi.
“ 1..2…3…” kulihat sekeliling perlahan, berharap aku berada dikamar sederhana ku yang nyaman tetapi ini bukan kamarku saat mata ini telah terbuka lebar. Melainkan tempat ini adalah taman yang aneh. Taman ini sepertinya tak terurus, banyaknya pohon besar mengakibatkan daunnya yang gugur dan mati berserakan dimana – mana, dibangku taman terutama. Aku memalingkan pandangan ke arah belakang, tidak ada apa – apa. Aku mencoba mencari – cari dimana keberadaanku. Dan kaget karena ternyata berada ditengah – tengah dua pohon besar yang sangat tua, akarnya sudah tak tentu arah. Dan dibelakang kedua pohon tua tersebut ada sebuah sungai yang mengalir deras. Mengingat suara tadi, membuat bulu kuduk ku merinding.
“dimana aku….” Tiba – tiba angin
bertiup sangat kencang, aku jongkok ketakutan. Kedua pohon tua itu menggerakkan
otot – ototnya. Membuat ku ngeri, dan makin histeris. Sepertinya aku pernah
melihat kedua pohon ini, yaa..ini adalah pohon rumahnya kuntilanak bersarang.
Rumbaian – rumbaian ranting tua, ditambah daun – daun yang mulai tak tentu arah
pergerakkannya.
“aaaaaaaaa…….tooloonngg………” daun – daun dikedua pohon tua itu sepertinya
lapar, dan mereka sepertinya ingin memperebutkan dagingku. Daun – daun itu
melekat satu demi satu ditubuhku, membuat ku susah bergerak, makin lama
bukanlah daun saja yang berada ditubuhku ini melainkan ranting dan akar mulai
menjerat dan menarik – narik tubuhku. Saat itulah, aku meneteskan air mata, aku
ingat tentang dosa – dosaku didunia, ingat dengan orangtua serta adik kecilku. Kini
mereka telah berhasil membuat ku tak bergerak, aku sudah terbalut oleh kostum
halloween pohon kuntilanak sekarang. Aku bisa merasakan, darahku yang berdesir
tanda darah ini telah disedot oleh kedua pohon. Nafas pun detik ini mulai
terengah – engah, sepertinya kedua pohon ini mulai mengambil jantung atau paru
– paru ku ini.
“heii…combatt tree, jangan
ganggu gadis ini !!! “ suara itu datang lagi, diriku yang sedari tadi pasrah
berubah menjadi optimis untuk hidup. Aku mulai berontak kembali, dan”
sssreeeeettt sssseeeerrreett “ suara pedang ksatria begitu nyata terasa. Aku
memejamkan mataku, takut mengenai tubuh ini yang jauh dari sempurna. pedang itu
begitu hebat menimbas ranting tua dan daun – daun yang tua itu dari tubuhku,
tanpa sedikitpun salah sasaran. Tangan ku ditarik oleh sang ksatria untuk
keluar dan berlari sejauh mungkin bersamanya. Aku takut membuka mata, namun
rasa penasaran tak tertahankan. Kesan pertama melihatnya, dia benar – benar
mirip ksatria yang ada dinegeri dongeng tempat tokoh barbie berada. Kostumnya
benar – benar mirip dengan pangeran yang selalu menyelamatkan tokoh barbie.
“kau baik – baik saja? “ aku
hanya terbelangak dan menjawabnya dengan satu anggukan. Ia menarik tanganku,
dan mengajak untuk lari. Sepertinya kedua pohon tua tersebut tak mau mengakui
kekalahannya, sulit dipercaya. Pohon itu mengikuti langkah kaki kami. Jalanan
yang aku lewati seperti bukit yang berada dipuncak atau lembang. Menanjak
sangat terjal, dan menurun seperti perosotan ekstrim. Langkah pohon besar itu
menggetarkan jalanan kami, aku melepaskan genggaman tangan sang ksatria karena
tak kuat lagi berlari.
“aku sudah tak kuat, biarkan aku
dimakan oleh sang pohon itu”
“tidak…tidak…korban combatt tree
sudah begitu banyak di pytherrophia ini. Saya sebagai pengganti tahta kerajaan
nanti tak ingin ada korban lagi. Percayalah padaku, kita bisa melarikan diri
darinya. Ayoo cepaat dia semakin dekat !!” ksatria itu mencoba meyakinkan kudengan
lembut namun tetap tegas. Itu semua membuat energi ku kembali, dan aku mulai
berlari secepat mungkin dengan menggenggam erat tangan sang ksatria. Meskipun
aku sama sekali tak bisa berfikir sesuai logika tentang apa itu cobatt tree dan
pytherropia, aku tetap mempercayainya. Jalanan yang menanjak terasa berat untuk
dilewati dengan berlari. Aku benar – benar tak kuat, aku kini lebih baik untuk
mati saja sepertinya dimakan oleh pohon tua itu. Pohon tua itu tak ada
lelahnya, jalanan yang ia lewati membuat jalan tersebut bergetar seperti gempa
bumi, tentu saja hal itu membuat jalanan yang tadinya bagus menjadi retak. Aku
diperingatkan oleh si ksatria untuk tidak melihat kebelakang, untuk tetap
melihat lurus kedepan.
“aku….benar-benar tak
kuat…sungguh…” lagi – lagi gengaman tangannya ku lepaskan untuk kedua kalinya.
Tubuh ini memang tak begitu kuat kalau harus dibawa lari, aku terkadang sesak
nafas bila harus tes lari terlalu lama disekolah.
“heiii….kau ini jangan terus
mengeluh seperti itu, ayooo cepat atau kau mau aku gendong?” ksatria yang ku
tak tau namanya menggapai kembali tanganku dan ia menawariku untuk hinggap
ditumpuan punggungnya, itu membuat ku tercengang, kaget.
“tiddakk…tidaak..enggak usah repot-repot” aku menolak permintaannya. Dengan
nada terakhir rada menggoda. Rupanya dua pohon raksasa tersebut mempunyai
kekuatan magis, pohon itu yang tadinya dibelakang kami sekarang berada di depan
kami. Kali ini aku benar – benar takut setakut – takutnya, tanganku menggenggam
begitu erat tangan sang ksatria. Ksatria itu langsung menengok ke arah wajahku,
dan isyarat wajahnya berkata kalau aku akan baik – baik saja selama berada di
sampingnya.
Pertempuran hebat terjadi saat itu juga, setelah aku dan nya saling bertatap mata. Aku mengumpatkan diri dibalik batu berwarna seperti hijau lumut sambil sesekali menengok ke arah sang ksatria takut – takut kalau dia kalah pertempuran. Pertempuran ini terasa tak adil, kedua pohon itu memakai unsur magis sedangkan ksatria itu hanya memakai pedang, ya…pedang platina mungkin seperti kisah petulangan nobita dan doraemon. Sang ksatria sudah mulai lesu dan mungkin tak kuat lagi, dia pun berlari menuju arahku, ia langsung menarik tanganku dan menghadapkanku ke kedua pohon raksasa itu. Mata ini mulai berkaca – kaca, hati dan fikiran menuju ke arah bahwa ksatria akhirnya merelakan ku benar – benar dimakan pohon tua jelek raksasa ini.
“combatt tree……BAGAIMANA KALAU
KITA BUAT PERJANJIAN, KAU TAU SERBUK KUNING YANG TENGAH DIKABARKAN HILANG ITU
DIBERTHEO, TAMAN MU ITU? “ sang ksatria berbiacara begitu keras, mungkin
sejagad raya ini terdengar.
“YA…YA…AKU TAU, APA KAU INGIN
BISA MENEMUKANNYA? HAHAHA….TENTU TIDAK AKAN BISA TIDAK AKAN TIDAK AKAN…HAHAHA”
Kata si pohon raksasa yang mempunyai daun – daun setan. Aku menyeringai, dan
ketakutan mendengar suara pohon itu. Suaranya seperti raksasa, raksasa yang
lebih menakutkan sepertinya dari raksasa
difilm – film.
“HAHAHA….BATT, DIA BODOH YA?,
KAU BODOH GABRILDON ! SERBUK KUNING ITU TERDAPAT DITEMPAT YANG TERTINGGI DARI YANG
TERTINGGI KAU TAU!!!” Seru si pohon raksasa kedua. Dan kurasa kedua pohon
raksasa itu adalah pasangan suami istri, terdengar jelas dari suaranya. Dan
kurasa juga nama pohon raksasa yang cowo namanya Batt, dan cowok ksatria
disampingku ini yang masih saja mengenggam tanganku ini namanya adalah
Gabrildon.
Tunggu siapa Gabrildon, sepertinya tidak asing nama itu.
Sepertinya aku mengenalnya. Ah tidak, tidak tidak mungkin Cuma perasaan saja,
ya mungkin. Kataku dalam hati.
“kalian jangan anggap aku ini sebagai
keponakan kecil kalian yang bodoh lagi. Aku sudah berbeda dengan aku yang dulu
dan sekarang aku akan jadi penerus Pytherrophia yang terus dan terus melindungi
rakyatnya !!!”
Apa keponakan kecil dua pohon tua itu, si ksatria yang tampan
ini ? apa aku tak salah dengar ?
“OH…TERNYATA TELAH BERUBAH YA
GABRILDON KECIL SAYANG? OK, KALAU BEGITU, AKU AKAN MEMBERI GADIS INI KESEMPATAN
KECIL UNTUK HIDUP. AKAN KUIZINKAN KAU UNTUK MENCARI SERBUK KUNING ITU. TAPI,
EM…SYARAT APA YANG INGIN KAU BERIKAN BATT SAYANG ?” Jawab si Com, suaranya itu
mengingat kan ku dengan suara mama namun kalau suara mama lebih pelan.
“SYARAT NYA KAU HARUS MEMBERIKAN
SERBUK KUNING ITU SEBELUM WAKTU YANG DITENTUKAN BERAKHIR. DAN AKU AKAN
MEMBERIKAN WAKTU UNTUK KALIAN SELAMA 3 HARI SAJA!!”
Aku yang kontak kaget mendengar waktu yang diberikan langsung spontan protes, “heii…..raksasa aneh dan jelek cepat sekali waktu yang kalian berikan itu tak adil !!!”
Pohon raksasa itu tiba – tiba
langsung mengangkat akar – akarnya dan melilit tubuhku, pegangan tanganku
terlepas dengan sang ksatria, ia berusaha meraih kembali tanganku namun gagal.
Aku takut dari kecil dengan ketinggian, dan aku kali ini benar – benar dibawa
keatas langit ketujuh mungkin.
“GADIS KECIL JANGAN SOK NGELAWAN
! KAU ITU KAUM LEMAH !!” perkataan pohon raksasa yang sepertinya bernama Batt
tepat sekali masuk ke gendang telingaku. Kemudian aku diturunkan kembali, ke
samping tempat berdirinya Gabrildon sang ksatria.
“kau tak apa-apa? Jangan
sesekali lagi membetak atau menentang dia, mengerti ?” kata Gabrildon dengan
tegas, dan mulai meraih tanganku kembali untuk isyarat berpeganglah padaku gadis .
“BAIK – BAIK AKU AKAN MENERIMA
WAKTU ITU. DAN KALAU AKU BISA MEMENANGKANNYA, KAU HARUS BERJANJI UNTUK TIDAK
MENGANGGU PYTERROPHIA LAGI, MNGERTI ? “tanya Gabrildon menegaskan semuanya. Aku
hanya diam, tak berani lagi berkomentar pada siapa pun.
“ BAIKLAH, AKU BERJANJI “
“AKU JUGA BERJANJI. TAPI KALAU
KAU TAK BERHASIL GABRILDON DAN KAU GADIS. GADIS ITU AKAN KAMI MAKAN !! OH YA, DAN INI, PAKAI KALUNG INI,
KALUNG INI AKAN MENCEKEK LEHER KALIAN KALAU KALIAN BERDUA TAK SALING MEMBANTU
MENCARINYA KARENA SERBUK KUNING ITU DAPAT DILIHAT DENGAN ADANYA CINTA TAK KASAT
MATA. INGAT ITU !!!”
Kalung yang sangat indah buatku,
mungkin ini sejenis kalung pengikat cinta, fikirku. Kalung itu terpakai dengan
sendirinya dileher kami dengan kekuatan magis Batt dan Com.
gimana - gimana seru ga? mau tau apakah mereka berhasil ? mau tau kelanjutannya?
tunggu yaaa..... :D
gimana - gimana seru ga? mau tau apakah mereka berhasil ? mau tau kelanjutannya?
tunggu yaaa..... :D
Langganan:
Postingan (Atom)