Pytherrophia
Part One
by Sofiemedina
Cerita Fiksi
by Sofiemedina
Cerita Fiksi
ini adalah sebuah cerita, yang enggak boleh dilewatkan bagi semuanya, coba deh baca... pasti enggak nyesel dijamin ! :D
baru yang part one sih tapi semoga memberikan kesan yang baik :)
selamat membaca.....
Mimpi buruk sepertinya datang untuk kedua kali.
Malahan ini terlihat begitu nyata. Bayangan yang terpantul dari cermin itu
seperti diriku dimimpi buruk itu. Dandanan kuno, nggak modis dan lihat rambut
yang lusuh dengan wajah oriental yang gagal dengan kacamata kuda. Sangat
menjijikan aku melihatnya. Pantulan sinar matahari pagi tiba – tiba menyusup lewat
celah jendela kamar, seberkas sinarnya memantul ke cermin dimana aku sedang
duduk berkaca, dan tepat mengenai mataku, semua itu langsung menyadarkanku dari
lamunan yang tak kusadari. Ternyata diriku dimimpi buruk itu adalah aku didunia
nyata. Sangat meny edihkan kembali ke kehidupan nyata, dimana dinamika
kehidupan penuh problema harus kujalani, bangun dipagi hari untuk pergi ke
sekolah yang tak ada rasa keadilaan antar sesama disana dengan jarak tempuh
yang lumayan jauh dengan riuh pikuk suasana kendaraan umum di ibukota Jakarta
ini…membayangkannya sudah membuat kepalaku ini ½ gila.
Sekolah menengah atas tujuan awalku dipagi yang cerah ini, seperti biasa. Semua akan kutebak berjalan seperti biasanya. Di kendaraan umum pasti akan terasa sesak, disekolah nanti seperti biasa hanya berteman dengan itu – itu saja, bermain dikalangan yang non populer . pastinya saat belajar, guru - guru akan pilih kasih saat ada kuis untuk menambah nilai dan satu hal yang paling menyedihkan, tidak pernah ada seorang cowok yang mau mendekatiku. Semua hal itu membuat ku muak dengan kehidupan ini. Terkadang aku bertanya dalam benak ku, apa yang salah dariku? Apakah aku terlihat sebagai manusia yang begitu menjijikan dan memuakkan ? kurasa ini tak adil, aku punya seorang teman dulu, yaitu Amelia. Kini dia satu kelas dengan ku, namun kami tak begitu dekat karena dia masuk dikalangan populer . kalau aku seorang yang jahat, mungkin aku akan menciri – cirikan dirinya seperti ini, yang pertama Dia tidak begitu cantik, tubuhnya tak tinggi semampai, rambutnya pun tak panjang, kulitnya juga tak putih, bahkan ia seikit gemuk. Tapi kenapa dia sudah seringkali didekati lawan jenis disekolahku, bahkan baru – baru ini terdengar kabar bahwa ia putus dengan Gabril si ketua basket yang keren dan sangat populer dan mulai lagi menjalin hubungan dengan Indra si kapten futsal yang ketampanannya tak kalah jauh dengan Gabril. Harus kuakui kalau dibandingkan denganku, memang aku beda jauh juga, sangat jauh. Aku hanya gadis yang berkacamata kuda, sangat kaku dan tidak sexy bahkan tidak menarik perhatian.
Bel pulang sekolah selalu kunanti – nantikan, dan tadi dikelas aku sempat mendengar rumpian anak populer itu bahwa masker wajah sangat berpengaruh untuk kecantikan kulit mereka. Aku pun menjadi tertarik untuk ikutan memasker wajah agar terlihat lebih segar setelah pulang sekolah nanti. Langsung saja saat aku sampai dirumah, langsung masuk kekamar dan mempersiapkan bahan masker wajah. Mamaku yang berdarah thailand, hanya menggelengkan kepalanya saat masuk kekamarku, untuk sekedar bertanya apakah ingin makan. Aku sedikit malu, ketauan oleh mama sedang mempercantik diri.
“heiiii….gadis siapa namamu ? “ suara itu muncul lagi, suara lantang itu, suara seorang cowok yang nge’ bass dan berkarisma. Aku sudah sangat hafal suara itu. Tapi mataku yang sedari menunggu maskernya kering kupejamkan, terasa sulit terbuka. Dan mulut ini terasa sulit menjawab saat suara itu datang. Aku mengucek kedua mataku, dan berharap ini semua hanya khayalan yang disertai lamunan ku lagi.
“ 1..2…3…” kulihat sekeliling perlahan, berharap aku berada dikamar sederhana ku yang nyaman tetapi ini bukan kamarku saat mata ini telah terbuka lebar. Melainkan tempat ini adalah taman yang aneh. Taman ini sepertinya tak terurus, banyaknya pohon besar mengakibatkan daunnya yang gugur dan mati berserakan dimana – mana, dibangku taman terutama. Aku memalingkan pandangan ke arah belakang, tidak ada apa – apa. Aku mencoba mencari – cari dimana keberadaanku. Dan kaget karena ternyata berada ditengah – tengah dua pohon besar yang sangat tua, akarnya sudah tak tentu arah. Dan dibelakang kedua pohon tua tersebut ada sebuah sungai yang mengalir deras. Mengingat suara tadi, membuat bulu kuduk ku merinding.
“dimana aku….” Tiba – tiba angin
bertiup sangat kencang, aku jongkok ketakutan. Kedua pohon tua itu menggerakkan
otot – ototnya. Membuat ku ngeri, dan makin histeris. Sepertinya aku pernah
melihat kedua pohon ini, yaa..ini adalah pohon rumahnya kuntilanak bersarang.
Rumbaian – rumbaian ranting tua, ditambah daun – daun yang mulai tak tentu arah
pergerakkannya.
“aaaaaaaaa…….tooloonngg………” daun – daun dikedua pohon tua itu sepertinya
lapar, dan mereka sepertinya ingin memperebutkan dagingku. Daun – daun itu
melekat satu demi satu ditubuhku, membuat ku susah bergerak, makin lama
bukanlah daun saja yang berada ditubuhku ini melainkan ranting dan akar mulai
menjerat dan menarik – narik tubuhku. Saat itulah, aku meneteskan air mata, aku
ingat tentang dosa – dosaku didunia, ingat dengan orangtua serta adik kecilku. Kini
mereka telah berhasil membuat ku tak bergerak, aku sudah terbalut oleh kostum
halloween pohon kuntilanak sekarang. Aku bisa merasakan, darahku yang berdesir
tanda darah ini telah disedot oleh kedua pohon. Nafas pun detik ini mulai
terengah – engah, sepertinya kedua pohon ini mulai mengambil jantung atau paru
– paru ku ini.
“heii…combatt tree, jangan
ganggu gadis ini !!! “ suara itu datang lagi, diriku yang sedari tadi pasrah
berubah menjadi optimis untuk hidup. Aku mulai berontak kembali, dan”
sssreeeeettt sssseeeerrreett “ suara pedang ksatria begitu nyata terasa. Aku
memejamkan mataku, takut mengenai tubuh ini yang jauh dari sempurna. pedang itu
begitu hebat menimbas ranting tua dan daun – daun yang tua itu dari tubuhku,
tanpa sedikitpun salah sasaran. Tangan ku ditarik oleh sang ksatria untuk
keluar dan berlari sejauh mungkin bersamanya. Aku takut membuka mata, namun
rasa penasaran tak tertahankan. Kesan pertama melihatnya, dia benar – benar
mirip ksatria yang ada dinegeri dongeng tempat tokoh barbie berada. Kostumnya
benar – benar mirip dengan pangeran yang selalu menyelamatkan tokoh barbie.
“kau baik – baik saja? “ aku
hanya terbelangak dan menjawabnya dengan satu anggukan. Ia menarik tanganku,
dan mengajak untuk lari. Sepertinya kedua pohon tua tersebut tak mau mengakui
kekalahannya, sulit dipercaya. Pohon itu mengikuti langkah kaki kami. Jalanan
yang aku lewati seperti bukit yang berada dipuncak atau lembang. Menanjak
sangat terjal, dan menurun seperti perosotan ekstrim. Langkah pohon besar itu
menggetarkan jalanan kami, aku melepaskan genggaman tangan sang ksatria karena
tak kuat lagi berlari.
“aku sudah tak kuat, biarkan aku
dimakan oleh sang pohon itu”
“tidak…tidak…korban combatt tree
sudah begitu banyak di pytherrophia ini. Saya sebagai pengganti tahta kerajaan
nanti tak ingin ada korban lagi. Percayalah padaku, kita bisa melarikan diri
darinya. Ayoo cepaat dia semakin dekat !!” ksatria itu mencoba meyakinkan kudengan
lembut namun tetap tegas. Itu semua membuat energi ku kembali, dan aku mulai
berlari secepat mungkin dengan menggenggam erat tangan sang ksatria. Meskipun
aku sama sekali tak bisa berfikir sesuai logika tentang apa itu cobatt tree dan
pytherropia, aku tetap mempercayainya. Jalanan yang menanjak terasa berat untuk
dilewati dengan berlari. Aku benar – benar tak kuat, aku kini lebih baik untuk
mati saja sepertinya dimakan oleh pohon tua itu. Pohon tua itu tak ada
lelahnya, jalanan yang ia lewati membuat jalan tersebut bergetar seperti gempa
bumi, tentu saja hal itu membuat jalanan yang tadinya bagus menjadi retak. Aku
diperingatkan oleh si ksatria untuk tidak melihat kebelakang, untuk tetap
melihat lurus kedepan.
“aku….benar-benar tak
kuat…sungguh…” lagi – lagi gengaman tangannya ku lepaskan untuk kedua kalinya.
Tubuh ini memang tak begitu kuat kalau harus dibawa lari, aku terkadang sesak
nafas bila harus tes lari terlalu lama disekolah.
“heiii….kau ini jangan terus
mengeluh seperti itu, ayooo cepat atau kau mau aku gendong?” ksatria yang ku
tak tau namanya menggapai kembali tanganku dan ia menawariku untuk hinggap
ditumpuan punggungnya, itu membuat ku tercengang, kaget.
“tiddakk…tidaak..enggak usah repot-repot” aku menolak permintaannya. Dengan
nada terakhir rada menggoda. Rupanya dua pohon raksasa tersebut mempunyai
kekuatan magis, pohon itu yang tadinya dibelakang kami sekarang berada di depan
kami. Kali ini aku benar – benar takut setakut – takutnya, tanganku menggenggam
begitu erat tangan sang ksatria. Ksatria itu langsung menengok ke arah wajahku,
dan isyarat wajahnya berkata kalau aku akan baik – baik saja selama berada di
sampingnya.
Pertempuran hebat terjadi saat itu juga, setelah aku dan nya saling bertatap mata. Aku mengumpatkan diri dibalik batu berwarna seperti hijau lumut sambil sesekali menengok ke arah sang ksatria takut – takut kalau dia kalah pertempuran. Pertempuran ini terasa tak adil, kedua pohon itu memakai unsur magis sedangkan ksatria itu hanya memakai pedang, ya…pedang platina mungkin seperti kisah petulangan nobita dan doraemon. Sang ksatria sudah mulai lesu dan mungkin tak kuat lagi, dia pun berlari menuju arahku, ia langsung menarik tanganku dan menghadapkanku ke kedua pohon raksasa itu. Mata ini mulai berkaca – kaca, hati dan fikiran menuju ke arah bahwa ksatria akhirnya merelakan ku benar – benar dimakan pohon tua jelek raksasa ini.
“combatt tree……BAGAIMANA KALAU
KITA BUAT PERJANJIAN, KAU TAU SERBUK KUNING YANG TENGAH DIKABARKAN HILANG ITU
DIBERTHEO, TAMAN MU ITU? “ sang ksatria berbiacara begitu keras, mungkin
sejagad raya ini terdengar.
“YA…YA…AKU TAU, APA KAU INGIN
BISA MENEMUKANNYA? HAHAHA….TENTU TIDAK AKAN BISA TIDAK AKAN TIDAK AKAN…HAHAHA”
Kata si pohon raksasa yang mempunyai daun – daun setan. Aku menyeringai, dan
ketakutan mendengar suara pohon itu. Suaranya seperti raksasa, raksasa yang
lebih menakutkan sepertinya dari raksasa
difilm – film.
“HAHAHA….BATT, DIA BODOH YA?,
KAU BODOH GABRILDON ! SERBUK KUNING ITU TERDAPAT DITEMPAT YANG TERTINGGI DARI YANG
TERTINGGI KAU TAU!!!” Seru si pohon raksasa kedua. Dan kurasa kedua pohon
raksasa itu adalah pasangan suami istri, terdengar jelas dari suaranya. Dan
kurasa juga nama pohon raksasa yang cowo namanya Batt, dan cowok ksatria
disampingku ini yang masih saja mengenggam tanganku ini namanya adalah
Gabrildon.
Tunggu siapa Gabrildon, sepertinya tidak asing nama itu.
Sepertinya aku mengenalnya. Ah tidak, tidak tidak mungkin Cuma perasaan saja,
ya mungkin. Kataku dalam hati.
“kalian jangan anggap aku ini sebagai
keponakan kecil kalian yang bodoh lagi. Aku sudah berbeda dengan aku yang dulu
dan sekarang aku akan jadi penerus Pytherrophia yang terus dan terus melindungi
rakyatnya !!!”
Apa keponakan kecil dua pohon tua itu, si ksatria yang tampan
ini ? apa aku tak salah dengar ?
“OH…TERNYATA TELAH BERUBAH YA
GABRILDON KECIL SAYANG? OK, KALAU BEGITU, AKU AKAN MEMBERI GADIS INI KESEMPATAN
KECIL UNTUK HIDUP. AKAN KUIZINKAN KAU UNTUK MENCARI SERBUK KUNING ITU. TAPI,
EM…SYARAT APA YANG INGIN KAU BERIKAN BATT SAYANG ?” Jawab si Com, suaranya itu
mengingat kan ku dengan suara mama namun kalau suara mama lebih pelan.
“SYARAT NYA KAU HARUS MEMBERIKAN
SERBUK KUNING ITU SEBELUM WAKTU YANG DITENTUKAN BERAKHIR. DAN AKU AKAN
MEMBERIKAN WAKTU UNTUK KALIAN SELAMA 3 HARI SAJA!!”
Aku yang kontak kaget mendengar waktu yang diberikan langsung spontan protes, “heii…..raksasa aneh dan jelek cepat sekali waktu yang kalian berikan itu tak adil !!!”
Pohon raksasa itu tiba – tiba
langsung mengangkat akar – akarnya dan melilit tubuhku, pegangan tanganku
terlepas dengan sang ksatria, ia berusaha meraih kembali tanganku namun gagal.
Aku takut dari kecil dengan ketinggian, dan aku kali ini benar – benar dibawa
keatas langit ketujuh mungkin.
“GADIS KECIL JANGAN SOK NGELAWAN
! KAU ITU KAUM LEMAH !!” perkataan pohon raksasa yang sepertinya bernama Batt
tepat sekali masuk ke gendang telingaku. Kemudian aku diturunkan kembali, ke
samping tempat berdirinya Gabrildon sang ksatria.
“kau tak apa-apa? Jangan
sesekali lagi membetak atau menentang dia, mengerti ?” kata Gabrildon dengan
tegas, dan mulai meraih tanganku kembali untuk isyarat berpeganglah padaku gadis .
“BAIK – BAIK AKU AKAN MENERIMA
WAKTU ITU. DAN KALAU AKU BISA MEMENANGKANNYA, KAU HARUS BERJANJI UNTUK TIDAK
MENGANGGU PYTERROPHIA LAGI, MNGERTI ? “tanya Gabrildon menegaskan semuanya. Aku
hanya diam, tak berani lagi berkomentar pada siapa pun.
“ BAIKLAH, AKU BERJANJI “
“AKU JUGA BERJANJI. TAPI KALAU
KAU TAK BERHASIL GABRILDON DAN KAU GADIS. GADIS ITU AKAN KAMI MAKAN !! OH YA, DAN INI, PAKAI KALUNG INI,
KALUNG INI AKAN MENCEKEK LEHER KALIAN KALAU KALIAN BERDUA TAK SALING MEMBANTU
MENCARINYA KARENA SERBUK KUNING ITU DAPAT DILIHAT DENGAN ADANYA CINTA TAK KASAT
MATA. INGAT ITU !!!”
Kalung yang sangat indah buatku,
mungkin ini sejenis kalung pengikat cinta, fikirku. Kalung itu terpakai dengan
sendirinya dileher kami dengan kekuatan magis Batt dan Com.
gimana - gimana seru ga? mau tau apakah mereka berhasil ? mau tau kelanjutannya?
tunggu yaaa..... :D
gimana - gimana seru ga? mau tau apakah mereka berhasil ? mau tau kelanjutannya?
tunggu yaaa..... :D
0 komentar:
Posting Komentar