Remember This! "Dreams and Do it"

Kamis, 15 November 2012

Cerita Fiksi Bersambung - Pytherrophia



Pytherrophia
Part One
by Sofiemedina
Cerita Fiksi


 ini adalah sebuah cerita, yang enggak boleh dilewatkan bagi semuanya, coba deh baca... pasti enggak nyesel dijamin ! :D 
baru yang part one sih tapi semoga memberikan kesan yang baik :)
selamat membaca.....

 

Mimpi buruk sepertinya datang untuk kedua kali. Malahan ini terlihat begitu nyata. Bayangan yang terpantul dari cermin itu seperti diriku dimimpi buruk itu. Dandanan kuno, nggak modis dan lihat rambut yang lusuh dengan wajah oriental yang gagal dengan kacamata kuda. Sangat menjijikan aku melihatnya. Pantulan sinar matahari pagi tiba – tiba menyusup lewat celah jendela kamar, seberkas sinarnya memantul ke cermin dimana aku sedang duduk berkaca, dan tepat mengenai mataku, semua itu langsung menyadarkanku dari lamunan yang tak kusadari. Ternyata diriku dimimpi buruk itu adalah aku didunia nyata. Sangat meny edihkan kembali ke kehidupan nyata, dimana dinamika kehidupan penuh problema harus kujalani, bangun dipagi hari untuk pergi ke sekolah yang tak ada rasa keadilaan antar sesama disana dengan jarak tempuh yang lumayan jauh dengan riuh pikuk suasana kendaraan umum di ibukota Jakarta ini…membayangkannya sudah membuat kepalaku ini ½ gila.

Sekolah menengah atas tujuan awalku dipagi yang cerah ini, seperti biasa. Semua akan kutebak berjalan seperti biasanya. Di kendaraan umum pasti akan terasa sesak, disekolah nanti seperti biasa hanya berteman dengan itu – itu saja, bermain dikalangan yang non populer .  pastinya saat belajar, guru -  guru akan pilih kasih saat ada kuis untuk menambah nilai dan satu hal yang paling menyedihkan, tidak pernah ada seorang cowok yang mau mendekatiku. Semua hal itu membuat ku muak dengan kehidupan ini. Terkadang aku bertanya dalam benak ku, apa yang salah dariku? Apakah aku terlihat sebagai manusia yang begitu menjijikan dan memuakkan ? kurasa ini tak adil, aku punya seorang teman dulu, yaitu Amelia. Kini dia satu kelas dengan ku, namun kami tak begitu dekat karena dia masuk dikalangan populer . kalau aku seorang yang jahat, mungkin aku akan menciri – cirikan dirinya seperti ini, yang pertama Dia tidak begitu cantik, tubuhnya tak tinggi semampai, rambutnya pun tak panjang, kulitnya juga tak putih, bahkan ia seikit gemuk. Tapi kenapa dia sudah seringkali didekati lawan jenis disekolahku, bahkan baru – baru ini terdengar kabar bahwa ia putus dengan Gabril si ketua basket yang keren dan sangat populer dan mulai lagi menjalin hubungan dengan Indra si kapten futsal yang ketampanannya tak kalah jauh dengan Gabril. Harus kuakui kalau dibandingkan denganku, memang aku beda jauh juga, sangat jauh. Aku hanya gadis yang berkacamata kuda, sangat kaku dan tidak sexy bahkan tidak menarik perhatian.

Bel pulang sekolah selalu kunanti – nantikan, dan  tadi dikelas aku sempat mendengar rumpian anak populer itu bahwa masker wajah sangat berpengaruh untuk kecantikan kulit mereka. Aku pun menjadi tertarik untuk ikutan memasker wajah agar terlihat lebih segar setelah pulang sekolah nanti. Langsung saja saat aku sampai dirumah, langsung masuk kekamar dan mempersiapkan bahan masker wajah. Mamaku yang berdarah thailand, hanya menggelengkan kepalanya saat masuk kekamarku, untuk sekedar bertanya apakah ingin makan. Aku sedikit malu, ketauan oleh mama sedang mempercantik diri.

 “heiiii….gadis siapa namamu ? “ suara itu muncul lagi, suara lantang itu, suara seorang cowok yang nge’ bass dan berkarisma. Aku sudah sangat hafal suara itu. Tapi mataku yang sedari menunggu maskernya kering kupejamkan, terasa sulit terbuka. Dan mulut ini terasa sulit menjawab saat suara itu datang. Aku mengucek kedua mataku, dan berharap ini semua hanya khayalan yang disertai lamunan ku lagi.

“ 1..2…3…” kulihat sekeliling perlahan, berharap aku berada dikamar sederhana ku yang nyaman tetapi ini bukan kamarku saat mata ini telah terbuka lebar. Melainkan tempat ini adalah taman yang aneh. Taman ini sepertinya tak terurus, banyaknya pohon besar mengakibatkan daunnya yang gugur dan mati berserakan dimana – mana, dibangku taman terutama. Aku memalingkan pandangan ke arah belakang, tidak ada apa – apa. Aku mencoba mencari – cari dimana keberadaanku. Dan kaget karena ternyata berada ditengah – tengah dua pohon besar yang sangat tua, akarnya sudah tak tentu arah. Dan dibelakang kedua pohon tua tersebut ada sebuah sungai yang mengalir deras. Mengingat suara tadi, membuat bulu kuduk ku merinding.
“dimana aku….” Tiba – tiba angin bertiup sangat kencang, aku jongkok ketakutan. Kedua pohon tua itu menggerakkan otot – ototnya. Membuat ku ngeri, dan makin histeris. Sepertinya aku pernah melihat kedua pohon ini, yaa..ini adalah pohon rumahnya kuntilanak bersarang. Rumbaian – rumbaian ranting tua, ditambah daun – daun yang mulai tak tentu arah pergerakkannya.
“aaaaaaaaa…….tooloonngg………”  daun – daun dikedua pohon tua itu sepertinya lapar, dan mereka sepertinya ingin memperebutkan dagingku. Daun – daun itu melekat satu demi satu ditubuhku, membuat ku susah bergerak, makin lama bukanlah daun saja yang berada ditubuhku ini melainkan ranting dan akar mulai menjerat dan menarik – narik tubuhku. Saat itulah, aku meneteskan air mata, aku ingat tentang dosa – dosaku didunia, ingat dengan orangtua serta adik kecilku. Kini mereka telah berhasil membuat ku tak bergerak, aku sudah terbalut oleh kostum halloween pohon kuntilanak sekarang. Aku bisa merasakan, darahku yang berdesir tanda darah ini telah disedot oleh kedua pohon. Nafas pun detik ini mulai terengah – engah, sepertinya kedua pohon ini mulai mengambil jantung atau paru – paru ku ini.
“heii…combatt tree, jangan ganggu gadis ini !!! “ suara itu datang lagi, diriku yang sedari tadi pasrah berubah menjadi optimis untuk hidup. Aku mulai berontak kembali, dan” sssreeeeettt sssseeeerrreett “ suara pedang ksatria begitu nyata terasa. Aku memejamkan mataku, takut mengenai tubuh ini yang jauh dari sempurna. pedang itu begitu hebat menimbas ranting tua dan daun – daun yang tua itu dari tubuhku, tanpa sedikitpun salah sasaran. Tangan ku ditarik oleh sang ksatria untuk keluar dan berlari sejauh mungkin bersamanya. Aku takut membuka mata, namun rasa penasaran tak tertahankan. Kesan pertama melihatnya, dia benar – benar mirip ksatria yang ada dinegeri dongeng tempat tokoh barbie berada. Kostumnya benar – benar mirip dengan pangeran yang selalu menyelamatkan tokoh barbie.
“kau baik – baik saja? “ aku hanya terbelangak dan menjawabnya dengan satu anggukan. Ia menarik tanganku, dan mengajak untuk lari. Sepertinya kedua pohon tua tersebut tak mau mengakui kekalahannya, sulit dipercaya. Pohon itu mengikuti langkah kaki kami. Jalanan yang aku lewati seperti bukit yang berada dipuncak atau lembang. Menanjak sangat terjal, dan menurun seperti perosotan ekstrim. Langkah pohon besar itu menggetarkan jalanan kami, aku melepaskan genggaman tangan sang ksatria karena tak kuat lagi berlari.
“aku sudah tak kuat, biarkan aku dimakan oleh sang pohon itu”
“tidak…tidak…korban combatt tree sudah begitu banyak di pytherrophia ini. Saya sebagai pengganti tahta kerajaan nanti tak ingin ada korban lagi. Percayalah padaku, kita bisa melarikan diri darinya. Ayoo cepaat dia semakin dekat !!” ksatria itu mencoba meyakinkan kudengan lembut namun tetap tegas. Itu semua membuat energi ku kembali, dan aku mulai berlari secepat mungkin dengan menggenggam erat tangan sang ksatria. Meskipun aku sama sekali tak bisa berfikir sesuai logika tentang apa itu cobatt tree dan pytherropia, aku tetap mempercayainya. Jalanan yang menanjak terasa berat untuk dilewati dengan berlari. Aku benar – benar tak kuat, aku kini lebih baik untuk mati saja sepertinya dimakan oleh pohon tua itu. Pohon tua itu tak ada lelahnya, jalanan yang ia lewati membuat jalan tersebut bergetar seperti gempa bumi, tentu saja hal itu membuat jalanan yang tadinya bagus menjadi retak. Aku diperingatkan oleh si ksatria untuk tidak melihat kebelakang, untuk tetap melihat lurus kedepan.
“aku….benar-benar tak kuat…sungguh…” lagi – lagi gengaman tangannya ku lepaskan untuk kedua kalinya. Tubuh ini memang tak begitu kuat kalau harus dibawa lari, aku terkadang sesak nafas bila harus tes lari terlalu lama disekolah.
“heiii….kau ini jangan terus mengeluh seperti itu, ayooo cepat atau kau mau aku gendong?” ksatria yang ku tak tau namanya menggapai kembali tanganku dan ia menawariku untuk hinggap ditumpuan punggungnya, itu membuat ku tercengang, kaget. “tiddakk…tidaak..enggak usah repot-repot” aku menolak permintaannya. Dengan nada terakhir rada menggoda. Rupanya dua pohon raksasa tersebut mempunyai kekuatan magis, pohon itu yang tadinya dibelakang kami sekarang berada di depan kami. Kali ini aku benar – benar takut setakut – takutnya, tanganku menggenggam begitu erat tangan sang ksatria. Ksatria itu langsung menengok ke arah wajahku, dan isyarat wajahnya berkata kalau aku akan baik – baik saja selama berada di sampingnya.

Pertempuran hebat terjadi saat itu juga, setelah aku dan nya saling bertatap mata. Aku mengumpatkan diri dibalik batu berwarna seperti hijau lumut sambil sesekali menengok ke arah sang ksatria takut – takut kalau dia kalah pertempuran. Pertempuran ini terasa tak adil, kedua pohon itu memakai unsur magis sedangkan ksatria itu hanya memakai pedang, ya…pedang platina mungkin seperti kisah petulangan nobita dan doraemon. Sang ksatria sudah mulai lesu dan mungkin tak kuat lagi, dia pun berlari menuju arahku, ia langsung menarik tanganku dan menghadapkanku ke kedua pohon raksasa itu. Mata ini mulai berkaca – kaca, hati dan fikiran menuju ke arah bahwa ksatria akhirnya merelakan ku benar – benar dimakan pohon tua jelek raksasa ini.
“combatt tree……BAGAIMANA KALAU KITA BUAT PERJANJIAN, KAU TAU SERBUK KUNING YANG TENGAH DIKABARKAN HILANG ITU DIBERTHEO, TAMAN MU ITU? “ sang ksatria berbiacara begitu keras, mungkin sejagad raya ini terdengar.
“YA…YA…AKU TAU, APA KAU INGIN BISA MENEMUKANNYA? HAHAHA….TENTU TIDAK AKAN BISA TIDAK AKAN TIDAK AKAN…HAHAHA” Kata si pohon raksasa yang mempunyai daun – daun setan. Aku menyeringai, dan ketakutan mendengar suara pohon itu. Suaranya seperti raksasa, raksasa yang lebih menakutkan sepertinya dari raksasa  difilm – film.
“HAHAHA….BATT, DIA BODOH YA?, KAU BODOH GABRILDON ! SERBUK KUNING ITU TERDAPAT DITEMPAT YANG TERTINGGI DARI YANG TERTINGGI KAU TAU!!!” Seru si pohon raksasa kedua. Dan kurasa kedua pohon raksasa itu adalah pasangan suami istri, terdengar jelas dari suaranya. Dan kurasa juga nama pohon raksasa yang cowo namanya Batt, dan cowok ksatria disampingku ini yang masih saja mengenggam tanganku ini namanya adalah Gabrildon.
Tunggu siapa Gabrildon, sepertinya tidak asing nama itu. Sepertinya aku mengenalnya. Ah tidak, tidak tidak mungkin Cuma perasaan saja, ya mungkin. Kataku dalam hati.
“kalian jangan anggap aku ini sebagai keponakan kecil kalian yang bodoh lagi. Aku sudah berbeda dengan aku yang dulu dan sekarang aku akan jadi penerus Pytherrophia yang terus dan terus melindungi rakyatnya !!!”
Apa keponakan kecil dua pohon tua itu, si ksatria yang tampan ini ? apa aku tak salah dengar ?
“OH…TERNYATA TELAH BERUBAH YA GABRILDON KECIL SAYANG? OK, KALAU BEGITU, AKU AKAN MEMBERI GADIS INI KESEMPATAN KECIL UNTUK HIDUP. AKAN KUIZINKAN KAU UNTUK MENCARI SERBUK KUNING ITU. TAPI, EM…SYARAT APA YANG INGIN KAU BERIKAN BATT SAYANG ?” Jawab si Com, suaranya itu mengingat kan ku dengan suara mama namun kalau suara mama lebih pelan.
“SYARAT NYA KAU HARUS MEMBERIKAN SERBUK KUNING ITU SEBELUM WAKTU YANG DITENTUKAN BERAKHIR. DAN AKU AKAN MEMBERIKAN WAKTU UNTUK KALIAN SELAMA 3 HARI SAJA!!”

Aku yang kontak kaget mendengar waktu yang diberikan langsung spontan protes, “heii…..raksasa aneh dan jelek cepat sekali waktu yang kalian berikan itu tak adil !!!”
Pohon raksasa itu tiba – tiba langsung mengangkat akar – akarnya dan melilit tubuhku, pegangan tanganku terlepas dengan sang ksatria, ia berusaha meraih kembali tanganku namun gagal. Aku takut dari kecil dengan ketinggian, dan aku kali ini benar – benar dibawa keatas langit ketujuh mungkin.
“GADIS KECIL JANGAN SOK NGELAWAN ! KAU ITU KAUM LEMAH !!” perkataan pohon raksasa yang sepertinya bernama Batt tepat sekali masuk ke gendang telingaku. Kemudian aku diturunkan kembali, ke samping tempat berdirinya Gabrildon sang ksatria.
“kau tak apa-apa? Jangan sesekali lagi membetak atau menentang dia, mengerti ?” kata Gabrildon dengan tegas, dan mulai meraih tanganku kembali untuk isyarat berpeganglah padaku gadis .
“BAIK – BAIK AKU AKAN MENERIMA WAKTU ITU. DAN KALAU AKU BISA MEMENANGKANNYA, KAU HARUS BERJANJI UNTUK TIDAK MENGANGGU PYTERROPHIA LAGI, MNGERTI ? “tanya Gabrildon menegaskan semuanya. Aku hanya diam, tak berani lagi berkomentar pada siapa pun.
“ BAIKLAH, AKU BERJANJI “
“AKU JUGA BERJANJI. TAPI KALAU KAU TAK BERHASIL GABRILDON DAN KAU GADIS. GADIS ITU AKAN KAMI  MAKAN !! OH YA, DAN INI, PAKAI KALUNG INI, KALUNG INI AKAN MENCEKEK LEHER KALIAN KALAU KALIAN BERDUA TAK SALING MEMBANTU MENCARINYA KARENA SERBUK KUNING ITU DAPAT DILIHAT DENGAN ADANYA CINTA TAK KASAT MATA. INGAT ITU !!!”
Kalung yang sangat indah buatku, mungkin ini sejenis kalung pengikat cinta, fikirku. Kalung itu terpakai dengan sendirinya dileher kami dengan kekuatan magis Batt dan Com.




gimana - gimana seru ga? mau tau apakah mereka berhasil ? mau tau kelanjutannya? 
tunggu yaaa..... :D


0 komentar:

Posting Komentar

 
My My My Blogger Template by Ipietoon Blogger Template