Remember This! "Dreams and Do it"

Selasa, 03 September 2019

Proud of You, Warung Indonesia



Ilustrasi: Me :). Sumber: pinterest

Hola, gue ada sedikit cerita nih,
sejak megang content blog lagi dengan subjeknya adalah warung atau toko kelontong.
Gue jadi jalan-jalan ke warung, buat ngobrol sama ibu bapak warung.
Karena hal itu...........
gue jadi sangat apreciate dengan warung-warung yang ada di Indonesia. Yay!
sumber: wikipedia

sumber: dok pribadi


Kamu pasti belum relate, kenapa bisa harus apreciate sama warung? Bukannya warung ya cuma tempat cari uang semata? enggak. Exactly, my answer is noooo. Banyak cerita, banyak hal yang bisa di gali disana. Warung bukan sekedar beli terus dapet kembalian doang.

Kalau kamu termasuk team jarang ke warung, coba baca sebentar cerita dibawah ini.
Ya emang enggak bakal bisa sih bikin kamu jadi belanja ke warung terus. Tapi setidaknya jadi tau, warung itu "hidup" loh, dan perjuangan pemilik warung itu "nyata" ada.

Well, kemarin, gue dan Mas Berkah numpang neduh di warung 24 Jam milik Bang Ajis.
(Ciye akhirnya berdua...)

Sambil ngobrol, Bang Ajis cerita kalau warung yang terletak di jalan raya Ciputat ini selalu ramai.
Dari pagi buta sampai tengah malam, ada saja pembeli yang mampir.
Entah itu orang di jalan yang kehausan atau tetangga dekat yang lagi kelaperan. 
Warungnya dijuluki warung 24 jam.

Lama-lama Bang Ajis cerita tentang kisah sejarah berdirinya warung ini,
(wedeh...)

Kata Bang Ajis, sebelumnya ia tinggal di Kampung Tasikmalaya. Di warung ini dulu hanya kakaknya Bang Ajis yang jagain warung 24 jam ini sendiri. Gila kan, sendirian plus 24 jam ??

Bayangin deh, gimana caranya selama 5 tahun kakaknya jaga warung sendirian? Harus tahan ngantuk, belanja barang dagangan, dan mengatur uang masuk-keluar sendiri? enggak habis pikir pokoknya.


Akhirnya pas umur 18 tahun, setelah lulus sekolah, Bang Ajis merantau dari Tasikmalaya
ke Jakarta untuk membantu kakaknya jaga warung.

Setelah ada Bang Ajis, mereka mulai membagi tugas jaga warung.
Dari jam 12 malam sampai 4 sore kakaknya yang jaga.
Sedangkan jam 4 sore sampai 12 malam Bang Ajis yang bertugas. 


Sekarang, di umur yang baru 20 tahun, waktunya sebagian besar hanya untuk warung.
Menurut Bang Ajis, meski sekarang ia harus menahan keinginannya untuk kuliah, serta nongkrong sama teman-teman seumuran. Buatnya yang penting kakaknya tetap dapat istirahat cukup. Mulia banget gak sih?

Kesimpulannya,


Dari jalan-jalan sore kemarin, jadi tau dibalik kuatnya pemilik warung cari rezeki selama 24 jam, ternyata ada perjuangan lain yang harus dikorbankan.


Proud of you,

Warung.

0 komentar:

Posting Komentar

 
My My My Blogger Template by Ipietoon Blogger Template